Kompas TV nasional sapa indonesia

Dijerat Pasal Berlapis, Pembunuh Bocah Sekaligus Pemerkosa Sang Ibu Terancam 20 Tahun Penjara!

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 00:12 WIB

KOMPAS.TV - Bocah berusia 9 tahun, Warga Aceh Timur, beberapa waktu lalu tewas ketika melindungi ibunya yang akan diperkosa. 

Kisah heroik bocah ini menjadi ramai dibahas publik.

Diketahui pada hari Jumat, 9 Oktober 2020, bocah tersebut, hanya bersama ibunya, karena ayahnya sedang mencari ikan. Tiba-tiba masuk seorang pria yang akan memperkosa ibunya. Bocah berusia 9 tahun itu pun berusaha melindungi sang ibu namun aksi heroiknya berakhir tragis karena ia ditusuk oleh pelaku. 

Jenazah korban ditemukan, di Sungai Alue Gadeng oleh petugas Tim SAR. Sementara sang ibu, hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

Rumah korban yang terletak jauh dari permukiman, membuat aksi kejahatan ini tak diketahui warga lain.

Dua hari setelah kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku.

Pelaku diketahui sebagai residivis, dalam kasus pembunuhan. Ironisnya, pelaku baru saja bebas dari Lapas Tanjung Gusta, setelah mendapatkan asimilasi dari pemerintah.

Psikolog Forensik, Reza Indragiri mempertanyakan kualitas pembinaan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan.

Polisi telah menetapkan pelaku sebagai tersangka. Pasal yang dikenakan pada tersangka adalah pemerkosaan dan pembunuhan berencana.

Walau masih duduk di Bangku Sekolah Dasar dan usianya masih 9 tahun, ia melawan dan berusaha melindungi ibunya dari tindakan pemerkosaan dari residivis yang mendapat asimilasi.

Kasus ini menjadi keprihatinan masyarakat hingga trending di media sosial.  

Terkait kronologi dan keberlanjutan kasus ini, simak dialog selengkapnya bersama Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadiyanto, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, Pelaksana Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Timur, Leny Roziana.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:42
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19