Kompas TV regional agama

Masker Scuba Tidak Direkomendasikan, Penjualan Pedagang Masker Menurun

Kamis, 1 Oktober 2020 | 13:36 WIB

Denpasar, KOMPASTV - Masker Skuba Dan Buff Saat Ini Tengah Menjadi Pertimbangan , Karena Dianggap Terlalu Tipis , Dan Tidak Dapat Menangkal Droplet Virus Covid-19 . Adanya Imbauan Untuk Tidak Menggunakan Masker Skuba , Membuat Sejumlah Pedagang Masker Di Kota Denpasar Alami Penurunan Penjualan .

Seperti Ulfa Dan Kadek , Pedagang Masker Keliling Di Kota Denpasar . Sebelum Adanya Imbauan Tidak Menggunakan Masker Skuba ,  Mereka Mengaku Dapat Menjual 300 Hingga 500 Masker Dalam Sehari , Karena Harganya Yang Terjangkau . Kini , Untuk Menjual Masker Skuba Sangat Sulit Hanya 50 Masker .

Sementara Itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 , Dewa Gede Rai Mengaku , Meskipun Ada Imbauan Terkait Penggunaan Masker Skuba Dan Buff , Hingga Saat Ini Ia Belum Menerima Surat Edaran Larangan Menggunakan Masker Skuba Dan Buff .

Badan Kesehatan Dunia (WHO) Juga Tidak Merekomendasikan Penggunaan Masker Kain Dari Bahan Elastis Atau Skuba ,  Untuk Semua Situasi Di Luar Rumah . Menurut WHO , Masker Kain Minimal Harus Terdiri Dari Tiga Lapis Atau Lebih , Yang Dinilai 95 % Dapat Mencegah Penyebaran Covid -19 .
#pandemi #covid19 #protokolkesehatan #masker #scuba #maskerscubadilarang #scubatidakefektif #dendamasker
 

Penulis : KompasTV Dewata


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:00
HINGGA 16 JANUARI 2021, RS POLRI MENERIMA 162 KANTONG BERISI BAGIAN TUBUH KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182   MENKES: VAKSINASI TAK HANYA LINDUNGI INDIVIDU, MELAINKAN MENCIPTAKAN KEKEBALAN POPULASI ATAU “HERD IMMUNITY”   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN TELAH TERBITKAN ATURAN STANDARISASI MASKER BERBAHAN KAIN   JAWA TENGAH MENDAPAT PENGHARGAAN DARI OJK SEBAGAI PROVINSI TERBAIK PENGGERAK KEUANGAN INKLUSIF NASIONAL   HARGA EMAS BATANGAN PT ANTAM HARI INI TURUN RP 8.000 PER GRAM MENJADI RP 948.000   MENTERI ERICK THOHIR MEMINTA DIREKSI BUMN BELAJAR NILAI KEPEDULIAN DARI MILENIAL   HINGGA 16 JANUARI 2021, TIM SAR MASIH MELAKUKAN PENCARIAN 15 KORBAN YANG TERTIMBUN LONGSOR DI SUMEDANG, JABAR   KOMISI VIII DPR AKAN MENGUTAMAKAN PERAN MITIGASI ATAU PENCEGAHAN UNTUK MENGURANGI DAMPAK BENCANA ALAM   WAKIL KETUA KOMISI VIII DPR ACE HASAN AKAN MELAKUKAN PENDAMPINGAN TERKAIT PERSOALAN KEBENCANAAN DI INDONESIA   DINSOS DKI: SEBANYAK 5.563 KELUARGA DI KEPULAUAN SERIBU AKAN MENERIMA BANTUAN SOSIAL TUNAI COVID-19   HARI INI, PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO MENINJAU LANGSUNG LOKASI BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN   TNI AU MENYALURKAN BANTUAN BERUPA 34 PERAHU KARET UNTUK PENANGANAN BANJIR DI BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN   BNPB: SEBANYAK 3.571 UNIT RUMAH TERENDAM BANJIR DI KABUPATEN BALANGAN, KALIMANTAN SELATAN   BNPB MENYERAHKAN DANA BANTUAN KEBUTUHAN POKOK BAGI KORBAN GEMPA DI MAMUJU DAN MAJENE SEBESAR RP 4 MILIAR