Kompas TV nasional berita kompas tv

Pelaku Tertangkap! Ini Fakta-Fakta Pembunuhan Sadis 1 Keluarga di Sukoharjo

Rabu, 26 Agustus 2020 | 08:30 WIB

SUKOHARJO, KOMPAS.TV - Kasus pembunuhan satu keluarga di Sukoharjo, Jawa Tengah, terus bergulir. Kerabat korban dan kuasa hukum, menduga ada tersangka baru.

Dugaan ini berdasar pada sepeda motor korban yang masih belum diketahui keberadaannya. Kerabat korban menganggap hilangnya motor korban ada hubungannya dengan peran orang lain.

Keluarga korban pun berharap, polisi terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kasus ini. Satu keluarga di Sukoharjo, Jawa Tengah, dibunuh dengan sadis oleh tetangga sekaligus rekan bisnis rental mobil.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Keluarga di Sukoharjo Ditangkap

Tersangka berinisial HT ditangkap tiga jam setelah polisi melakukan olah TKP.  Motif pembunuhan dilatar belakangi utang dan pelaku ingin menguasai mobil korban.

Pembunuhan terjadi pada Rabu (19/08/20) dini hari. Tersangka ditangkap di wilayah Kecamatan Baki, Sukoharjo, tidak jauh dari TKP pembunuhan.

Warga Desa Duwet, Sukoharjo dikejutkan dengan tewasnya tetangga mereka. Korban adalah satu keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan 2 anak yang masih kelas 4 SD dan siswa taman kanak-kanak. Keempatnya ditemukan tak bernyawa di dalam rumah mereka.

Dari keterangan warga, pada Selasa (18/08/20) malam banyak orang berkunjung ke rumah korban. Keesokannya kembali ada tamu bermobil datang ke rumah korban.

Pada Jumat malam, warga mulai curiga, karena mencium bau tidak sedap dari dalam rumah korban.

Mereka terkejut melihat 4 orang sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan. Sabtu dini hari polisi mengevakuasi keempat jenazah korban dan menggelar olah TKP.

Polisi meminta kerjasama warga, untuk bisa mengungkap kasus ini. Kesehariannya, satu korban yang merupakan kepala keluarga, dikenal sebagai pengusaha rental mobil yang sering kedatangan banyak tamu.

Sehingga warga sekitar tidak curiga bila ada banyak orang di rumah korban pada malam kejadian.
 

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:19
MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO DUKUNG PENEGAKAN HUKUM BAGI PEMBUANG LIMBAH RADIOAKTIF ILEGAL   PRESIDEN JOKOWI MINTA KEPALA DAERAH SAMPAIKAN NADA POSITIF DAN OPTIMISTIS KEPADA MASYARAKAT DALAM HADAPI COVID-19   KETUA KOMITE PENANGANAN COVID-19 AIRLANGGA HARTARTO SEBUT DAERAH ZONA MERAH DIDAHULUKAN DALAM VAKSINASI COVID-19   BUPATI BOGOR MINTA PENGUNJUNG PASAR DAN MAL TETAP TERAPKAN MEMAKAI MASKER, MENJAGA JARAK, DAN MENCUCI TANGAN   ANTISIPASI BANJIR, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN HARAP CAMAT DAN LURAH DI JAKARTA PUNYA ALAT UKUR HUJAN   BADAN NARKOTIKA NASIONAL TELUSURI DUGAAN KEBUN GANJA DI TASIKMALAYA   BNN ACEH MUSNAHKAN 3,5 HEKTAR LADANG GANJA DI KAKI GUNUNG SEULAWAH, ACEH BESAR   KEMENSOS: 10 JUTA PESERTA PROGRAM KELUARGA HARAPAN TERIMA BANTUAN BERAS 45 KG PER KELUARGA   WAKIL MENTERI BUMN BUDI GUNADI SARANKAN PELAKU INDUSTRI JAGA ARUS KAS KEUANGAN HINGGA 2022   MENDAG DORONG USAHA KECIL MENENGAH JAJAKI PASAR EKSPOR KE BRASIL DAN ARGENTINA   WAKIL KETUA DPRD DKI M TAUFIK MINTA PEMPROV SEDIAKAN KANTONG BELANJA RAMAH LINGKUNGAN   DUKUNG PERCEPATAN PENGEMBANGAN VAKSIN, KEMENRISTEK BERENCANA BANGUN PABRIK VAKSIN COVID-19 SKALA KECIL DI SERPONG   SATGAS COVID-19 MINTA MASYARAKAT CERMAT DALAM MEMILAH DAN MEYIKAPI INFORMASI SOAL VAKSIN COVID-19   PANDEMI KORONA, SATGAS COVID-19: PENUNDAAN KOMPETISI SEPAK BOLA NASIONAL LIGA 1 DEMI KESELAMATAN MASYARAKAT