Kompas TV nasional berita kompas tv

Demo Buruh Tolak RUU Cipta Kerja dan PHK Massal di DPR, Begini Situasinya

Selasa, 25 Agustus 2020 | 18:37 WIB

KOMPAS.TV - Buruh menggelar unjuk rasa, di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Terdapat dua tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini, yaitu menolak Omnibus Law, Cipta Kerja Draft Pemerintah, serta menuntut agar PHK massal dampak pandemi Covid-19 dihentikan.

Sambil berjalan kaki, mereka menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja, dan menuntut draft dari pemerintah untuk tidak disahkan, karena dianggap akan merugikan kaum buruh dan pekerja pada umumnya.

Baca Juga: Puan Pastikan DPR Bakal Serap Aspirasi Kelompok Buruh Terkait Omnibus Law RUU Cipta Kerja

Aksi kali ini digelar juga untuk mengapresiasi DPR RI, yang telah membentuk tim perumus bersama 32 konfederasi dan federasi serikat pekerja.

Para buruh berharap agar klaster ketenagakerjaan dikeluarkan dari RUU Cipta Kerja.

Unjuk rasa tolak RUU Cipta Kerja, Omnibus Law, juga terjadi di depan kantor dinas tenaga kerja Sulawesi Selatan.

Gabungan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Nasional Sulawesi Selatan, menolak RUU Cipta Kerja, Omnibus Law, karena dinilai merugikan para pekerja.

Selain itu, para buruh juga memprotes terjadinya darurat PHK, selama masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Imbas Demo RUU Cipta Kerja di DPR

Penulis : Aleksandra Nugroho


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:41
AMERIKA SERIKAT MINTA TIONGKOK HENTIKAN TEKANAN MILITER, DIPLOMATIK, DAN EKONOMINYA TERHADAP TAIWAN   MENDIKBUD MINTA PEMDA SETEMPAT BERI SANKSI PIHAK YANG TERLIBAT KASUS SISWI NON-MUSLIM WAJIB BERJILBAB   KEMENDIKBUD SESALKAN TINDAKAN SEORANG SISWI NON-MUSLIM YANG DIMINTA MENGENAKAN JILBAB DI SMKN 2 PADANG   BPBD SEBUT ENAM KECAMATAN TERENDAM BANJIR SEUSAI HUJAN MENGGUYUR KOTA BEKASI SEJAK MINGGU PAGI   BPBD DKI: PINTU AIR PASAR IKAN, JAKARTA UTARA, BERSTATUS SIAGA 2   KEMENTERIAN PUPR: JARINGAN PIPA PENGELOLAAN AIR LIMBAH BERTUJUAN CEGAH AIR LIMBAH MENCEMARI DANAU TOBA   KEMENTERIAN PUPR BANGUN JARINGAN PIPA PENGELOLAAN AIR LIMBAH DI DESTINASI WISATA SUPERPRIORITAS DANAU TOBA   BANYAK TENAGA KESEHATAN POSITIF COVID-19, SATGAS MINTA WARGA BLITAR PATUH PROTOKOL KESEHATAN   BUPATI PANGANDARAN JEJE WIRADINATA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 TANPA GEJALA PADA MINGGU SIANG   WAKIL WALI KOTA TANGSEL: SELAMA PPKM, TINGKAT KEPATUHAN WARGA TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 BARU 79 PERSEN    BENNY MAMOTO SEBUT ISTILAH PAM SWAKARSA PADA DASARNYA MEMILIKI MAKNA SEBUAH KEINGINAN DAN IDE DARI MASYARAKAT   KETUA HARIAN KOMPOLNAS BENNY MAMOTO: PENGAKTIFAN KEMBALI PAM SWAKARSA SUDAH SESUAI UNDANG-UNDANG   HARI INI, ENAM JENAZAH KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182 TIBA DI BANDARA SUPADIO PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT    BAKAMLA RI PERIKSA DUA KAPAL IRAN DAN PANAMA, TRANSFER BBM ILEGAL DI PERAIRAN PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT