Kompas TV nasional laporan khusus

Mencari Solusi dari Ancaman Resesi, Ini Kata Mantan Menko Ekonomi & Industri Kwik Kian Gie

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 19:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam pidato laporan nota keuangan pemerintah, Presiden Joko Widodo menyampaikan target kebijakan pemulihan ekonomi negara untuk dapat mendorong tercapainya pembangunan negara di tahun 2021.

Ada 4 program besar yang akan menjadi fokus dalam RAPBN 2021 yakni ketahanan pangan, penguatan sektor industri serta pendidikan dan kesehatan. Total ada lebih dari 43 juta pelajar Indonesia yang tak terakses pelajaran daring di tengah pandemi.

Sebagian besar karena masalah infrastruktur telekomunikasi yang belum mumpuni. Sektor digitalisasi dan pendidikan inilah yang juga menjadi salah satu fokus APBN 2021.

Optimis dan realistis jadi kunci asumsi RAPBN 2021. Ketahanan pangan menjadi sektor pertama yang menjadi fokus dalam RAPBN 2021.

Kementerian Pertanian, PUPR, Agraria dan Tata Ruang, hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan bekerja sama di sektor ini.

Kedua adalah penguatan sektor industri melalui pusat kawasan industri yang direvitalisasi atau membuka kawasan.

Selanjutnya infrastruktur dan teknologi komunikasi dan informasi karena dapat meningkatkan kemampuan produktivitas belanja negara.

Menkominfo menjadi terdepan untuk menyambungkan puskesmas, desa, sekolah, hingga madrasasah di daerah terpencil.

Terakhir, pendidikan dan kesehatan yang besar anggarannya sudah ditetapkan undang-undang.

Asumsi RAPBN 2021 memang harus optimistis walau tetap realistis karena di tengah ketidakpastian dampak Covid-19.

Untuk membahas lebih lanjut terkait pidato nota keuangan dan RAPBN 2021, simak dialog selengkapnya bersama Kepala Badan Kebijakan Fiscal, Febrio Nathan Kacaribu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Hariyadi Sukamdan, Direktur Riset Core Indonesia, Piter Abdullah, serta Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Keuangan dan Industri, Kwik Kian Gie.

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


PILKADA SERENTAK

Saran Pilkada Ditunda Cambuk Bagi KPU

Minggu, 20 September 2020 | 12:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
12:18
WEBINAR NARASI BRAND BERSAMA TARRENCE PALAR DAN HANDOKO HENDROYONO. DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID!   MAKIN PRODUKTIF DENGAN KOMPAS DIGITAL & GRAMEDIA PREMIUM DIGITAL, AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/PAKET DIGITAL   DITPOLAIRUD POLDA PAPUA TERJUNKAN PERSONEL UNTUK JADI TENAGA PENGAJAR BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DI PULAU KOSONG   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO MINTA PEMERINTAH SEGERA TETAPKAN STANDAR HARGA TES PCR DI BERBAGAI RUMAH SAKIT   KEMENDAG AMERIKA SERIKAT TUNDA LARANGAN PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK HINGGA 27 SEPTEMBER 2020   PEMKOT PEKANBARU, RIAU, TAMBAH 200 TENAGA KESEHATAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN COVID-19   KANTOR WALI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT DITUTUP TIGA HARI KE DEPAN SETELAH LIMA PEGAWAI POSITIF COVID-19   KEMLU SEBUT KASUS BARU WNI DI LUAR NEGERI YANG TERKONFIRMASI COVID-19 BERASAL DARI KUWAIT   KEMLU MENCATAT KASUS WNI TERKONFIRMASI COVID-19 DI LUAR NEGERI BERTAMBAH MENJADI 1.422 KASUS   MENKO PMK MINTA PEMDA MEMILIKI INISIATIF JIKA FASILITAS UNTUK PENANGANAN COVID-19 DARI PUSAT BELUM TURUN   MANTAN PM KANADA JOHN TURNER TUTUP USIA   KUASA HUKUM JOHN KEI SEBUT PENAHANAN KLIENNYA DIPERPANJANG HINGGA 19 OKTOBER 2020   KEMENKES IRAN MENCATAT ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 MENCAPAI 24.000 KASUS   POLRES BOGOR, JAWA BARAT: WISATAWAN KE PUNCAK TURUN 80 PERSEN, PENGARUH PSBB JAKARTA