Kompas TV regional berita daerah

Usaha Tanaman Hias Terrarium Bunga Kaktus

Selasa, 11 Agustus 2020 | 17:24 WIB

JEMBER, KOMPAS.TV - Tanaman hias kaktus dengan media pot kecil dan pasir warna warni memang sudah banyak yang membuat. Namun jarang yang serius menekuninya menjadi usaha sehingga mendatangkan keuntungan, seperti yang dilakukan oleh pasangan suami istri asal Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Berawal dari hobi tanaman hias, pasangan suami istri, Budi Perdana dan Anna, mampu mengkonsep tanaman kaktus dengan media pot kecil dan media tanam pasir warna warni.

Pasangan suami istri asal Perumahan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember ini, setiap hari sibuk merawat dan membuat inovasi baru agar tanaman hias, yang dibuatnya selalu terlihat indah, cantik dan berbeda.

Mereka membuat tanaman hias dengan teknik terrarium, yakni pot bunga yang digunakan transparan terbuat dari kaca, seperti mangkuk, atau botol aquarium.

Kemudian untuk media tanamnya, menggunakan pasir laut, batu silika warna warni dan sejumlah kerang, yang berfungsi sebagai penghias. Tanaman hias yang digunakan berukuran kecil, seperti kaktus, sukulen, bintang bumi dan cryptanthus.

Budi Perdana mengatakan teknik menghias terrarium pada dasarnya adalah meneliti pertumbuhan batang dan akar dalam wadah transparan. Teknik ini membutuhkan daya imajinasi keindahan dalam menata dan mengatur letak pasir warna warni.

Baca Juga: Keripik Pare, Gurih dan Tidak Pahit

Tanaman hias ini membutuhkan perawatan, yakni penyiraman seminggu sekali dengan menggunakan alat semprot, lalu penjemuran selama 2 jam setiap harinya.

Berawal dari hobi, kini tanaman hias hasil kreasinya banyak diburu pembeli. Harganya antara 100 ribu hingga 300 ribu pertanaman. Omzet yang didapat pun mencapai ratusan ribu rupiah.

 

#TanamanHias #BungaKaktus #Terrarium 

Editor : KompasTV Jember



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:03
KEMENAG BERHARAP ARAB SAUDI MEMASUKKAN INDONESIA DALAM DAFTAR NEGARA YANG BOLEH MEMBERANGKATKAN JEMAAH UMRAH   DINYATAKAN MELANGGAR KODE ETIK, KETUA WADAH PEGAWAI KPK YUDI PURNOMO: SAYA SIAP MENERIMA KONSEKUENSI KEPEGAWAIAN   DEWAS KPK MENYATAKAN KETUA WADAH PEGAWAI KPK YUDI PURNOMO BERSALAH MELANGGAR KODE ETIK PEMBERITAAN    MENDAGRI IMBAU CAMAT DI ZONA HIJAU COVID-19 TIDAK TERLENA KARENA VIRUS KORONA MEMILIKI PENULARAN YANG SANGAT TINGGI   GUBERNUR BALI I WAYAN KOSTER KEMBALI BATASI MASYARAKAT SETELAH ADA KLASTER BARU DARI UPACARA ADAT DI BADUNG, BALI   BAWASLU: PKPU PERUBAHAN MENGATUR TAK ADA KONSER MUSIK, ULANG TAHUN PARTAI, BAZAR, PERGELARAN SENI PADA PILKADA 2020   SEBUT KPU AKAN AJUKAN PERATURAN KPU PERUBAHAN, BAWASLU: KEGIATAN YANG MELIBATKAN BANYAK ORANG DILARANG   IMIGRASI BALI MENCATAT WARGA NEGARA RUSIA TERBANYAK DIDEPORTASI SEPANJANG TAHUN 2020   WALI KOTA RAHMAT EFFENDI SEBUT TERSISA 155 DARI 727 TEMPAT TIDUR ISOLASI DI SEJUMLAH RS KOTA BEKASI   SEKDA KABUPATEN KUPANG, NTT, OBED LAHA POSITIF COVID-19    JAKSA MENILAI MANTAN DIRUT PT ASURANSI JIWASRAYA HENDRISMAN RAHIM SEBABKAN KERUGIAN NEGARA RP 16,8 TRILIUN    JAKSA PENUNTUT UMUM KEJAGUNG TUNTUT MANTAN DIRUT PT ASURANSI JIWASRAYA HENDRISMAN RAHIM HUKUMAN 20 TAHUN PENJARA   PEMKOT JAKARTA UTARA SIAPKAN 10 POMPA YANG TERSEBAR DI 6 KECAMATAN JELANG MUSIM HUJAN   BNPB SEBUT BANJIR BANDANG SUKABUMI AKIBAT SEDIMENTASI SUNGAI DAN HUJAN LEBAT