Kompas TV TALKSHOW dua arah

Benarkah Ekonomi Indonesia Meroket di Era SBY? - DUA ARAH (Bag 4)

Selasa, 11 Agustus 2020 | 01:17 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi RI pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Menurut BPS, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus 5,32 persen ini paling rendah sejak krisis 1999. Angka ini memperparah kondisi ekonomi Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya mencapai 2,97 persen. Angka itu jauh dari target kuartal I yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen.

Kondisi ini dikritik Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Anak mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang selama ini dikenal ‘anteng’ ini menyebut, ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan ayahnya jauh lebih baik di banding saat ini. Kritik juga datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Ia menilai, kinerja pemerintah lamban dan salah resep dalam mencegah dampak pandemi. Pemerintah gagal menetapkan prioritas kebijakan dalam menangani pandemi.

Pemerintah berdalih, pertumbuhan ekonomi di kuartal I jauh dari harapan karena terdampak berbagai kebijakan terkait penanganan virus corona, khususnya work from home dan physical distancing. Sementara, pertumbuhan ekonomi di kuartal II lebih buruk dari kuartal I karena dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Apapun dalih pemerintah, kondisi ini sangat mengecewakan. Pasalnya, meski menghadapi pandemi, pemerintah sudah diberi ruang lebih besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dengan berbagai skema dan regulasi. 

Benarkah ekonomi Indonesia meroket di era SBY? Apa yang membuat ekonomi di era SBY lebih stabil? Selain pandemi, apa yang membuat ekonomi di era Jokowi terjun bebas? Sejauh ini bagaimana upaya pemerintah guna membangkitkan kembali roda ekonomi? Bagaimana efektifitas program PEN? Lalu apa lagi yang mesti dilakukan pemerintah guna memulihkan perekonomian nasional?  

Editor : Yudho Priambodo



BERITA LAINNYA


PILKADA SERENTAK

Saran Pilkada Ditunda Cambuk Bagi KPU

Minggu, 20 September 2020 | 12:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
12:06
WEBINAR NARASI BRAND BERSAMA TARRENCE PALAR DAN HANDOKO HENDROYONO. DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID!   MAKIN PRODUKTIF DENGAN KOMPAS DIGITAL & GRAMEDIA PREMIUM DIGITAL, AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/PAKET DIGITAL   DITPOLAIRUD POLDA PAPUA TERJUNKAN PERSONEL UNTUK JADI TENAGA PENGAJAR BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH DI PULAU KOSONG   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO MINTA PEMERINTAH SEGERA TETAPKAN STANDAR HARGA TES PCR DI BERBAGAI RUMAH SAKIT   KEMENDAG AMERIKA SERIKAT TUNDA LARANGAN PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK HINGGA 27 SEPTEMBER 2020   PEMKOT PEKANBARU, RIAU, TAMBAH 200 TENAGA KESEHATAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN COVID-19   KANTOR WALI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT DITUTUP TIGA HARI KE DEPAN SETELAH LIMA PEGAWAI POSITIF COVID-19   KEMLU SEBUT KASUS BARU WNI DI LUAR NEGERI YANG TERKONFIRMASI COVID-19 BERASAL DARI KUWAIT   KEMLU MENCATAT KASUS WNI TERKONFIRMASI COVID-19 DI LUAR NEGERI BERTAMBAH MENJADI 1.422 KASUS   MENKO PMK MINTA PEMDA MEMILIKI INISIATIF JIKA FASILITAS UNTUK PENANGANAN COVID-19 DARI PUSAT BELUM TURUN   MANTAN PM KANADA JOHN TURNER TUTUP USIA   KUASA HUKUM JOHN KEI SEBUT PENAHANAN KLIENNYA DIPERPANJANG HINGGA 19 OKTOBER 2020   KEMENKES IRAN MENCATAT ANGKA KEMATIAN AKIBAT COVID-19 MENCAPAI 24.000 KASUS   POLRES BOGOR, JAWA BARAT: WISATAWAN KE PUNCAK TURUN 80 PERSEN, PENGARUH PSBB JAKARTA