> >

Pro-Kontra Prabowo Subianto Naik Pangkat, Presiden Jokowi: Bukan Transaksi Politik

Vod | 29 Februari 2024, 17:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Merespons pro-kontra soal kenaikan pangkat Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, Presiden Joko Widodo menyebut pemberian pangkat serupa adalah hal biasa.

Jokowi juga membantah, pemberian kenaikan pangkat istimewa ini sebagai bagian dari transaksi politik.

Selain Prabowo, sejumlah tokoh pernah mendapatkan Jenderal Kehormatan, antara lain Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Luhut Binsar Panjaitan, dan Hendropriyono.

Baca Juga: Apakah Prabowo Subianto Akan Tiru 'Koalisi Gemuk' Jokowi? Ini Kata Pengamat Politik, Adi Prayitno!

Meski pemberian penghargaan tersebut, dilakukan sebelum ada aturan kenaikan pangkat dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar Jasa dan Tanda Kehormatan.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, turut angkat bicara soal Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo Subianto.

Selain dinilai tidak sah dan ilegal, pemberian pangkat jenderal kehormatan kepada Prabowo juga dianggap menghina korban dan pembela hak asasi manusia (HAM).

#pangkatkehormatan #prabowosubianto #jokowi
 

Penulis : Edwin-Zhan

Sumber : Kompas TV


TERBARU