> >

Tantangan Baru Redaksi Atas Kehadiran Teknologi Kecerdasan Buatan Dalam Bidang Jurnalistik

Vod | 20 Februari 2024, 10:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah tantangan kecerdasan buatan atau AI yang dikhawatirkan menggeser kerja jurnalistik dalam memproduksi berita.

Apakah jurnalis dan media bisa memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menghadirkan produk jurnalistik berkualitas?

Tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang marak di bidang jurnalistik hingga menyentuh ruang redaksi tak serta merta menggantikan peran redaksi.

Hal ini menjadi tantangan baru yang perlu ditaklukan agar redaski terus berinovasi memanfaatkan teknologi.

Dalam acara Konvensi Nasional Media Massa, Pers, Demokrasi Digital dan AI Beretika pada peringatan Hari Pers Nasional di Jakarta, Senin (19/2/2024) siang, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatikan Nezar Patria menekankan pentingnya adaptasi dalam pemanfaatan AI untuk menghasilkan produk jurnalistik berkualitas.  

Terkait hal ini, Eksekutif Produser KompasTV, Abie Besman menyampaikan urgensi aturan hak cipta dalam penggunaan kecerdasan buatan.

Abie juga menegaskan pentingnya peran manusia dalam penggunaan AI.

Pada dasarnya kecerdasan buatan tidak akan menggantikan penciptanya, namun manusia mau tidak mau akan terpengaruh oleh kecerdasan buatan.

Tingkatkan kemampuan personal agar mampu menantang jaman.

Baca Juga: Data Hitung Cepat Pemilu 2024 Litbang Kompas Capai 100 Persen, Ini Persentase Suara Capres-Cawapres

 

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV


TERBARU