> >

Asal Muasal Bahasa Daerah Ciacia di Sulawesi Tengah Pakai Aksara Korea

Vod | 17 Januari 2024, 17:37 WIB

BAUBAU, KOMPAS.TV - Di sekolah dasar negeri di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara terdapat mata pelajaran aksara Hangeul Korea yang dipelajari oleh siswa kelas 4 hingga 6 SD.

Mata pelajaran aksara Korea ini bukan untuk mempelajari Bahasa Korea, melainkan untuk mendalami bahasa daerah Buton Selatan, yakni Bahasa Ciacia.

Pelajaran aksara hangeul memang merupakan mata pelajaran muatan  lokal yang jadi pelajaran wajib di sekolah ini.

Bahasa Ciacia adalah bahasa daerah yang dituturkan oleh masyarakat Ciacia di Sulawesi Tenggara, namun bahasa ini tidak memiliki aksara sendiri.

Sehingga Pemerintah Kota Baubau tahun 2009 memutuskan untuk mengadaptasi aksara Korea menjadi aksara Ciacia karena memiliki konsonan dan pelafalan yang mirip dengan aksara hangeul.

Para murid diajarkan cara penulisan huruf hangeul mulai dari huruf vokal hingga huruf konsonan.

Akasara Hangeul Korea dijadikan sebagai mata pelajaran muatan lokal yang dipelajari oleh kelas 4 hingga kelas 6. Dan menurut guru pengajar aksara hanggeul, Bahasa Ciacia dan Hanggeul Korea memang ada kemiripan pengucapan tetapi berbeda artinya.

Menurut pihak sekolah, tujuan dari pembelajaran Bahasa Ciacia melalui aksara Korea agar bahasa daerah tidak punah, sehingga budaya asli masyarakat Ciacia di Buton Selatan pun bisa terus lestari.

Sejak  Pemerintah Kota Baubau menerima aksara hangeul sebagai aksara penulisan Ciacia di tahun 2009 dalam simposium persamaan bahasa, kini semua nama jalan, tempat umum dan nama sekolah di Kecamatan Sorawolio terdapat aksara hangeul dengan arti Bahasa Ciacia.

Baca Juga: Kata 'Gemoy' Makin Populer di Media Sosial, Ini Artinya -SELASA BAHASA


 

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV


TERBARU