> >

Begini Wajah Pasar Tanah Abang yang Babak Belur Dihajar Toko Online dan Barang Impor

Vod | 21 September 2023, 15:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Di lantai 3A Blok B Pasar Tanah Abang, toko yang tutup sudah tak terhitung jari.

Para pedagang mengaku tak mampu membayar sewa, lantaran sepi pembeli.

Gempuran produk impor yang dijual secara daring dengan harga miring, jadi musuh bagi pedagang Pasar Tanah Abang.

Salah satu pedagang pakaian wanita sejak 2011 mengaku omsetnya anjlok.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia DKI Jakarta mencatat, penurunan nilai perdagangan saat pandemi covid-19 mencapai 50 persen dari 12.970 kios di Pasar Tanah Abang.

Baca Juga: Pasar Tanah Abang Sepi, Haji Faisal Kena Imbas: Sudah Banyak Pedagang yang Gulung Tikar

Padahal menurut Asosiasi Pertekstilan Indonesia, sebanyak 40 persen total produksi tekstil nasional dipasarkan di Tanah Abang, dengan nilai perdagangan mencapai Rp30 triliun per tahun dalam situasi normal.

Meski surut, kami masih menemui pembeli asal Malaysia yang mengaku setia berbelanja di Pasar Tanah Abang sejak delapan tahun lalu.

Di tengah gempuran toko online, ia mengaku punya sensasi tersendiri belanja langsung ke toko.

Pembeli juga berharap pemerintah bisa membuat regulasi yang berpihak kepada para pedagang Pasar Tanah Abang, agar roda ekonomi kembali berputar.
 

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU