> >

Kemarau Pajang, Produktivitas Panen Padi Petani di Merauke Menurun

Vod | 3 September 2023, 17:11 WIB

MERAUKE, KOMPAS.TV - Kemarau panjang yang melanda Merauke berdampak pada menurunya produktivitas hasil panen petani dalam beberapa waktu terakhir.

Seorang pembina petani di Merauke menyebut biasanya lahan persawahan petani yang umumnya tadah hujan ditargetkan mampu menghasilkan panen 90% dari target yang diharapkan, namun  saat ini hanya bisa mencapai target sekitar  40% saja.

Kurang memadainya penataan irigasi persawahan menjadi penyebab kurang maksimalnya hasil panen petani utamanya saat musim kemarau.

Gagal panen tidak  hanya mempengaruhi para petani secara langsung, tetapi juga berdampak pada pasokan pangan lokal.

Sebelumnya hasil panen petani merauke dipasok ke beberapa wilayah di papua seperti Timika, Sorong, Jayapura, bahkan NTT.

Namun saat  ini hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal merauke saja.

Bahkan Bulog Merauke harus mendatangkan pasokan beras dari Surabaya untuk menjaga stabilnya stok pangan di Merauke.

Selain itu, minimnya  ketersediaan beras di pasaran juga berimbas pada kenaikan harga beras di Merauke.

Sebelumnya beras lokal di Merauke dijual maksimal Rp 13.000 per kilogram, namun saat ini sudah mencapai hingga Rp 16.000 per kilogram.

Dengan tantangan cuaca kering yang terus berlanjut, petani berharap ada solusi yang dapat membantu mereka mengatasi risiko gagal panen dan menjaga kelangsungan pasokan pangan.

Baca Juga: Polda Papua Barat Musnahkan Barang Bukti Ganja Seberat 5 Kg

 

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV


TERBARU