> >

Beasiswa Otsus Terganjal Sejak Tahun 2018, Begini Cerita Mahasiswi Papua di Jepang!

Vod | 3 Juli 2023, 23:22 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.TV - Sejak 16 Juni lalu orang tua mahasiswa penerima beasiswa otonomi khusus Papua menginap di kantor Gubernur Papua di Jayapura.

Aksi ini sebagai bentuk protes atas terhentinya pencairan dana beasiswa kepada putra putri mereka yang berkuliah di dalam maupun luar negeri.

Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beaswisa Otonomi Khusus John Reba, mengatakan mahasiswa penerima beasiswa otsus terancam dikeluarkan dari kampusnya.

Terkendalanya pencairan dana beasiswa otonomi khusus berdampak pada aktivitas perkuliahan mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa asal Papua yang berkuliah di luar negeri pun terpaksa kembali ke Indonesia, salah satunya Samuel Meidimas Kafiar.  

Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional di University of Uackland Selandia Baru ini harus pulang karena pihak kampus tak mendapat jaminan uang kuliahnya akan dibayarkan.

Padahal Samuel Meidimas merupakan mahasiswa semester akhir yang ingin mengejar wisuda pada November 2023 mendatang.

Masalah kendala pencairan beasiswa membuat sebagian mahasiswa yang belajar di Australia harus keluar dari asrama mahasiswa.

Mereka untuk sementara ditampung di KJRI Melbourne, Australia.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua mengusulkan anggaran beasiswa unggul Papua pada 2022 mencapai Rp601 miliar.

Anggaran ini untuk pembiayaan 3891 mahasiswa di dalam maupun luar negeri.

BPSDM menyebut masih ada tunggakan sebesar Rp122 miliar, namun pemprov telah memproses penyelesaiannya.

Ketua DPRD Papua, John Banua Rouw mengatakan ada temuan data penerima beasiswa yang tidak sinkron hingga perlu perbaikan data.

Hingga kini, belum ada kepastian nasib para penerima beasiswa otsus Papua.

Baca Juga: Jarang Dilirik! 10 Beasiswa S1-S3 yang Tawarkan Kuliah Gratis hingga Uang Saku Ratusan Juta

 

 

Penulis : Aisha-Amalia-Putri

Sumber : Kompas TV


TERBARU