> >

Produksi Garam Dalam Negeri Belum Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, Apa Masalahanya?

Vod | 30 Juni 2023, 16:04 WIB

KOMPAS.TV - Kalau kita bicara soal garam, produksi di Indonesia hingga saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan garam nasional.

Padahal upaya untuk menambah pasokan dari dalam negeri telah dilakukan, salah satunya adalah melalui intensifikasi produksi garam.

Nyatanya hanya mampu menambah sedikit saja dari total produksi nasional.

Saat ini total kebutuhan garam nasional mencapai 4,5 juta ton.

Kebutuhan ini antara lain untuk konsumsi dan industri.

Industri sendiri dibutuhkan untuk industri pangan, penyamakan kulit, pakan ternak, pengasinan ikan, sabun dan detergen, tekstil, farmasi, serta kimia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat dari total kebutuhan garam 4,5 juta ton per tahun, industri yang menggunakan garam tertinggi adalah industri cap atau chlor alkali plant alias untuk penggunaan industri kimia.

Kebutuhan per tahunnya mencapai 2,2-2,3 juta ton per tahun, sementara untuk garam konsumsi di kisaran 1,5 juta ton.

Dengan kebutuhan garam yang cukup tinggi artinya produksi dalam negeri harusnya mencapai setidaknya 4 jutaan.

Sayangnya Indonesia hanya mampu memproduksi setidaknya 60 % saja dari kebutuhan garam nasional, bahkan angkanya terus turun trennya.

Tren yang menurun ini salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim, ini juga yang terjadi pada para petani di informasi sebelumnya yang tak bisa menambak garam selama 3 tahun karena cuaca yang tak menentu.

Belum lagi harga yang tak stabil membuat petambak garam enggan memproduksi.

Kita mundur ke tahun 2021-2022, ketika itu harga garam anjlok sampai para petambak membiarkan lahan garamnya terbengkalai dan tidak memproduksi.

Banyak juga dari para petambak garam yang belum memiliki teknologi mumpuni untuk menghasilkan garam yang berkualitas tinggi dan akhirnya mau diserap oleh industri.

Selain meningkatkan teknologi di petani, cara untuk meningkatkan produksi dan melepaskan diri dari ketergantungan impor adalah membangun gudang berkapasitas besar untuk bisa menyerap produksi garam petambak.

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV


TERBARU