> >

Takut Ditinggal Konsumen, Pengrajin Tahu Rela Tak Naikkan Harga Meski Harga Kedelai Melonjak

Vod | 22 September 2022, 16:40 WIB

SUKOHARJO, KOMPAS.TV - Pasokan yang berkurang dan kenaikan harga BBM, memicu kenaikan harga kedelai impor, di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kenaikan ini, membuat perajin tahu rela keuntungannya berkurang, untuk menghindari menaikkan harga, agar tidak ditinggal konsumen.

Harga kedelai impor di Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, naik.

Sebelumnya harga kedelai impor berkisar Rp12.200 hingga Rp12.300 per kilogram.

Saat ini, mencapai Rp12.700 per kilogram.

Baca Juga: Indonesia Tak Ingin Bergantung pada Kedelai Impor, BPN Segera Tetapkan Kebijakan Harga

Menurut pemasok kedelai di kawasan sentra industri tahu Purwogondo, naiknya harga kedelai impor terjadi bahkan sebelum kenaikan harga BBM.

Kenaikan harga awalnya dipicu gagal panen, yang berdampak pada pasokan yang berkurang.

Kenaikan harga ini paling berdampak pada perajin tahu. agar bisa tetap berproduksi, para perajin tahu terpaksa mengurangi keuntungan.

Mengurangi ukuran atau menaikkan harga jual tidak menjadi pilihan, karena khawatir akan ditinggal konsumen.

Para perajin tahu Purwogondo berharap, harga kedelai impor bisa terkendali, agar mereka bisa tetap berproduksi dan mendapat keuntungan yang sesuai.

Penulis : Aisha-Amalia-Putri

Sumber : Kompas TV


TERBARU