> >

Tak Punya Ponsel & 1 Tahun Absen Sekolah, Siswa Kelas 4 SD di Samarinda Diusir oleh Gurunya

Vod | 6 Juni 2022, 17:38 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.TV - Seorang siswa sekolah dasar di Samarinda, Kalimantan Timur, diusir oleh gurunya, lantaran selama satu tahun tidak mengikuti pembelajaran daring.

Bocah tersebut tidak memiliki ponsel untuk belajar  "online", lantaran ibunya telah meninggal dunia; sementara sang ayah berada di penjara; ia kemudian diasuh oleh bibinya.

Tidak mampu menyediakan semua kebutuhan pendidikan keponakannya, membuat sang bibi tidak bisa menahan sedih dan kecewa.

Namun ia menyadari, komunikasi antara keluarga dan guru, memang tidak berjalan dengan baik selama pembelajaran daring.

Seorang bocah kelas 4 sekolah dasar di Samarinda, Kalimantan Timur, ini mengaku diusir gurunya saat hendak mengikuti ujian.

Perlakuan tidak menyenangkan dari gurunya sempat membuat sang bocah mogok sekolah.

Peristiwa ini terjadi pada 28 Mei 2022 lalu, dan mendapat perhatian dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA).

Peristiwa ini sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

Alhasil, mediasi keluarga dengan pihak sekolah dilakukan agar pendidikan anak tidak terhambat lebih lama.

Untuk memompa semangat belajar, Dinas Pendidikan Kota Samarinda mengunjungi bocah yang sempat dilarang gurunya untuk ikut ujian.

Pemerintah kota memberikan beasiswa untuk bocah ini dan adiknya.

Beasiswa diharapkan menjamin pendidikan, hingga mereka bisa meraih cita-cita.

Atas tindakan yang tidak tepat dari guru dalam mendidik, Dinas Pendidikan Kota Samarinda telah meminta maaf pada pihak keluarga siswa.

Penulis : Edwin-Zhan

Sumber : Kompas TV


TERBARU