> >

Polemik Desa Wadas, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Pemerintah Harus Pro Aktif Cari Solusi Terbaik

Vod | 11 Februari 2022, 07:00 WIB

PURWOREJO, KOMPAS.TV - Penangkapan lebih dari 60 orang, buntut dari kericuhan saat proses pengukuran tanah untuk penambangan batu andesit di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, masih jadi kontroversi.

Sejumlah warga yang kontra pembangunan lahan tambang mengaku, tidak pernah menghalangi proses pengukuran yang dilakukan petugas.

Mereka hanya kecewa dengan perlakuan represif, yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian.

Untuk menuntaskan permasalahan di desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan, secepatnya akan menggelar pertemuan dengan warga Wadas yang kontra.

Baca Juga: Pengakuan Yayak Seniman yang Ditangkap Polisi Bersama Warga Wadas: Ada yang Lebam, Pincang-Pincang

Sementara itu, untuk mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya, Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi PKB, Sukirman, menyebut akan membentuk tim khusus.

Sukirman menegaskan, pemerintah harus pro aktif mencari solusi terbaik tanpa merugikan warga.

Dalam kasus penolakan pembukaan tambang batu andesit di Desa Wadas, Pemkab Purworejo mengaku telah melakukan sejumlah langkah.

Bupati Purworejo Agus Bastian, menegaskan pembangunan Bendungan Bener merupakan proyek strategis nasional yang harus disukseskan.

Pembukaan lahan tambang menuai pro dan kontra di tengah masyarakat Desa Wadas, Kabupaten Purworejo.

Sebagian warga setuju menjual lahan selama mendapat kompensasi dan relokasi yang sesuai.

Sementara sebagian lagi menolak lahan mereka dialih fungsikan, menjadi lahan tambang andesit untuk digunakan dalam proyek pembuatan Bendungan Bener.

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU