> >

Seru! Tradisi Sunatan Masal Anak-anak di Pulau Bungin

Jelajah indonesia | 25 Februari 2020, 10:10 WIB

SUMBAWA, KOMPAS TV -

Belda cukup beruntung dapat meihat dan menyesap cukup banyak sajian buaya dan tradisi warga Bungin yang mayoritas berasal dari Suku Bajo. Di pulau yang seluas 12 kali lapangan sepak bola ini Belda merasakan nadi kehidupan warga Bungin yang kental dengan kehidupan manusia yang sangat terikat dengan bahari. Dari proses mendirikan rumah, mencari sumber kehidupan, yang bisa dikatakan hampir seluruh warganya berprofesi sebagai nelayan, tradisi toyah pada bayi, hingga sunat pada anak-anak Bungin.

Khusus yang terakhir ini, Belda beruntung karena sunatan ini tidak setiap saat dilaksanakan tentunya. Dan yang cukup spesial adalah sunatan yang menjadi tradisi di Bungin selalu dilaksanakan secara masal alias anak-anak yang akan disunatbiasanya lebih dari 3 orang.

Sunat pada anak-anak Bungin dimulai dengan mandi sehari sebelum sunat. Pemahaman sederhananya tentu untuk membersihkan diri anak-anak sebelum sunat. Makna lainnya adalah simbol membuang hal-hal yang tidak baik pada anak-anak, sehingga ketika sunat, anak-anak ini sudah suci.

Menjelang pelaksanaan sunat, anak-anak dikenakan aksesori mulai dari gelang hingga semacam keping emas yang dikalungkan. Lagi-lagi, sederhana maknanya. Sebagai media penenang dan sebagai hiburan anak-anak agar merasa diistimewakan ketika sunat. Berikutnya, puncak hari pelaksanaan khitan atau sunat, arak-arakan anak-anak yang akan disunat dengan tetabuhan gendang beleq yang mengiringi tari ronggeng.
semua warga tumpah ruah di jalanan mengikuti keseruan arak-arakan anak-anak yang akan disunat ini.
 

Tonton saja ya videonya.

Penulis : Herwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU