> >

Lisanmu adalah Doamu

Beranda islami | 16 Agustus 2022, 21:41 WIB

Apabila seseorang hendak berkata hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Terutama jika diperkirakan perkataannya berpotensi akan membawa mudharat atau masih meragukan apakah membawa mudharat atau tidak bagi dirinya ataupun orang lain, maka sebaiknya dia diam.

Mu’adz ibn Jabal seperti tercatat dalam hadist riwayat At-Tirmidzi 2616, pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”

Kemudian Rasulullah bersabda.

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?”

Maka dengan hal ini mengingatkan kita bahwa orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara.

Sebab betapa banyaknya orang yang menyesal karena bicara, dan sebaliknya sedikit yang menyesal karena diam.

Karena sesungguhnya lisan seorang yang berakal itu berada di bawah kendali hatinya.

 

Wallahu’alam bis shawab

Penulis : Agung-Pribadi

Sumber : Kompas TV


TERBARU