> >

Jatuh Miskin Tapi Gaya Hidup Belum Berubah

Beranda islami | 5 Mei 2021, 21:14 WIB

Sebuah hikmah dalam kehidupan yang patut kita renungkan mengenai makna yang terkandung dibaliknya. Diantaranya yakni hikmah bahwa,

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki.” (QS. An Nahl: 71)

Dalam ayat lain disebutkan,

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Sedangkan Ibnu Katsir rahimahullah lantas menjelaskan yang dimaksud denganj ayat diatas yakni, “Seandainya Allah memberi hamba tersebut rezeki lebih dari yang mereka butuh, tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 553)

Sehingga wajar bila dalam kehidupan ini ada mereka yang diberi kekayaan begitupun sebaliknya ada yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isra’: 30)

Sedangkan keduanya adalah bentuk ujian dari Allah Azza wa Jalla. Namun bisa jadi ada yang mendapatkan limpahan rezeki akan tetapi ia adalah orang yang gemar melakukan maksiat.

Ia tempuh jalan keburukan misalnya, dan benar ia cepat kaya. Ketahuilah bahwa mendapatkan limpahan kekayaan seperti itu bukanlah suatu tanda kemuliaan, bisa jadi itu adalah istidraj. 

Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
 

Wallahu 'alam bis shawab

 

Penulis : Agung-Pribadi

Sumber : Kompas TV


TERBARU