> >

Lagi, Keluarga Jemput Paksa Jenazah Corona, Sanksi Tegas Menanti

Berita daerah | 10 Juni 2020, 14:10 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV - Insiden pengambilan paksa jenazah terduga terinfeksi  virus corona (Covid-19) terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Pihak keluarga menerobos masuk ruang isolasi dan membawa keluar paksa jenazah.

Dalam video terekam beberapa orang membawa kabur jenazah.

Keluarga menolak pemakaman sesuai protokol Covid-19 dan bersikeras akan memakamkan dengan cara biasa karena menganggap pasien meninggal bukan karena virua corona (Covid-19).  

Menurut Direktur Rumah Sakit Paru Surabaya dokter Dyah Retno, pihaknya sudah memberi tahu keluarga bahwa pasien dirawat dengan protokol penanganan Covid-19 karena menderita sesak napas.

Waktu itu kejadiannya sangat cepat, kami tidak menduga karena juga keluarga sudah kita berikan kesempatan terakhir sebelum kita lakukan perawatan jenazah. Tetapi tiba-tiba ada sekelompok dari keluarga pasien menerobos masuk pasien ruang isolasi khusus kami dan mengancam petugas," ujar dokter Dyah Retno.

Sementara itu menurut Camat Semampir pasca-pemakaman tiga orang keluarga jenazah Covid-19 yang dijemput paksa telah menjalani rapid test.

Rapid test dilakukan di Rumah Sakit Paru Surabaya dan hasilnya ketiganya non-reaktif.

Sementara terkait kejadian tersebut, ratas dilakukan oleh Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) untuk menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada para penjemput jenazah tersebut. 

Penulis : Reny-Mardika

Sumber : Kompas TV


TERBARU