> >

Penghentian Umrah Sementara, Travel Tetap Agendakan Keberangkatan Sesuai Jadwal

Berita daerah | 28 Februari 2020, 22:05 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Meski terdampak penghentian sementara visa umrah calon jemaah umrah oleh Kerajaan Arab Saudi kepada sejumlah negara termasuk asal Indonesia sebagai upaya mencegah masuknya virus corona, Penyedia Travel Umrah di Banjarmasin masih mengagendakan perjalanan umrah pelanggannya sesuai jadwal.

Hal ini yang dilakukan Biro Travel Haji dan Umroh Kaltrabu di Banjarmasin.

Pihak manajemen mengakui masih optimis akan adanya perubahan kebijakan dari Arab Saudi dalam beberapa hari kedepan, sehingga tidak seketika mengubah jadwal keberangkatan semula.

Pasalnya terdapat dua jadwal keberangkatan umrah yang akan terdampak yaitu pada tanggal 3 dan 11 maret mendatang.

Dimana rata-rata jemaah dalam dua keberangkatan tersebut mencapai 90 orang.

Dengan kesiapan keberangkatan yang mencapai hampir 100 persen, pihak travel mencoba untuk tetap melakukan persiapan keberangkatan sesuai jadwal tersebut hingga adanya informasi lanjutan.

Meski demikian, jika dalam satu atau dua hari kedepan kebijakan Pemerintah Arab Saudi masih belum berubah, penyedia travel telah mempersiapkan rencana cadangan.

Rencana tersebut ialah melakukan penjadwalan ulang keberangkatan untuk tanggal 3 dan 11 maret ke tanggal 17 maret yang merupakan jadwal keberangkatan selanjutnya.

Hal ini disebabkan pemerintah Arab Saudi memberlakukan penghentian sementara selama 14 jari sejak kamis, 27 Februrari 2020 kemarin. Sehingga diperkirakan pada tanggal 17 maret, visa sudah dapat kembali dikeluarkan.

Manajer Operasional Haji dan Umrah Kaltrabu, Muhammad Arifudin menyatakan, pihaknya belum merubah jadwal keberangkatan dan tetap akan melakukan persiapan umrah termasuk manasik umrah yang dilakukan pada sabtu esok atau 29 Februari 2020.

Arifudin menyatakan reschedule atau penjadwalan ulang baru dilakukan jika keputusan Pemerintah Arab saudi tetap tak berubah selambatnya 1 atau 2 maret mendatang.

"Saat ini belum ada perubahan jadwal, persiapan umrah untuk tanggal 3 maret bahkan telah mencapai 99 persen" jelas Arifudin Jumat pagi (28/2/2020).

"Saat ini belum ada perubahan jadwal, jamaah tidak perlu khawatir, kita akan tetap memberangkatkan apabila ada program reschedule, kita sampaikan, dan jika ingin membatalkan diri, kami kembalikan 100 persen dengan ketentuan dari pihak penerbangan Garuda Indonesia".

Jika terjadi penjadwalan ulang, pihak travel mengaku khawatir akan dikenakan charge atau denda dari pengelola hotel di Arab Saudi yang telah dipesan untuk jemaah yang dijadwalkan berangkat tanggal 3 maret.

Travel pun akan berupaya meminta keringanan dan pengecualian dari pengelola hotel mengingat penyebabnya bukan karena kesalahan pihak travel.

 

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU