> >

Siswa di Gorontalo Jadi Korban Salah Tangkap Oknum Polisi

Berita daerah | 6 Februari 2024, 09:02 WIB

GORONTALO, KOMPAS.TV - Seorang Siswa SMK Muhammadiyah Limboto mengaku menjadi korban salah tangkap dari oknum polisi di Polres Kabupaten Gorontalo, saat menangangi kasus perkelahian yang terjadi pada Selasa 31 Januari 2024.

Korban mengaku, didatangi oknum polisi berseragam dan membawa senjata laras panjang, yang kemudian memawa korban ke pos polisi.

Tiba di pos polisi, korban mengaku mendapat tindakan kekerasan meski berkali kali memberikan penjelasan duduk persoalan yang terjadi.

Akibat dugaan tindak kekerasan oknum polisi, korban mengalami luka memar parah dibagian mata sebelah kiri.

sejak kejadian korban mengaku mengalami gangguan penglihatan.

Peristiwa salah tangkap dialami AAP, Siswa kelas 12  SMK Muhammadiyah yang baru berumur 17 tahun bermula ketika dirinya dihubungi salah seorang temannya yang saat itu terlibat perkelahian usai pertandingan futsal  disalah satu kampus di Limboto,Gorontalo.

Baca Juga: Tabrakan Kapal Cepat dan Pengangkut Kelapa Sebabkan 3 Orang Tewas dan 3 Masih dalam Pencarian

Namun niat mengajak temannya pulang kerumah, AAP tiba-tiba didatangi oknum polisi dengan senjata laras panjang,dan membawa korban ke pos polisi.

Tidak terima atas kejadian yang dialami, keluarga korban akhirnya melaporkan kasus ini ke SPKT Polda Gorontalo dan Propam.

Kabid Humas Polda Gorontalo yang dimintai keterangan menyatakan,  kasus ini sedang dalam penyelidikan Direskrimum dan Bidpropam Polda.

Hingga kini penyidik sudah meminta keterangan sejumlah saksi. Kabid Humas, Kombes Pol Desmont Harjendro menyebut, jika terbukti bersalah, oknum petugas akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

#Salah Tangkap

#Oknum Polisi

#Polres Gorontalo

#Siswa

#Gorontalo

 

 

Penulis : KompasTV-Gorontalo

Sumber : Kompas TV


TERBARU