> >

Pj Bupati Lahat Jadi Bapak Genre dan Bapak Asuh Anak Stunting

Berita daerah | 14 Desember 2023, 11:42 WIB
Penjabat Bupati Lahat Muhammad Farid usai menerima pengukuhan sebagai Bapak Genre dan Bapak Asuh Anak Stunting, di Palembang, Kamis (14/12). (Sumber: Diskominfo Lahat)

PALEMBANG, KOMPAS.TV - Penjabat Bupati Lahat Muhammad Farid menerima pengukuhan sebagai Bapak Genre dan Bapak Asuh Anak Stunting. Pengukuhan dilakukan di sela pembukaan Sosialisasi, Edukasi PKBR, Gizi dan Kespro Bagi Remaja yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Selatan di Hotel Beston Palembang, pada Kamis (14/12) pagi.

Usai dikukuhkan sebagai Bapak Genre dan Bapak Asuh Stunting, Muhammad Farid bertekad untuk meneruskan dan memaksimalkan program yang telah berjalan, khususnya terkait edukasi gizi, kesehatan reproduksi dan percepatan penurunan stunting. Diketahui berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSTGI) tahun 2022, persentase Stunting di Kabupaten Lahat sudah turun. Penurunan persentase stunting dari 22,4 persen menjadi 19,00 persen.

Menurut Farid, penurunan prevalensi stunting di wilayahnya sudah masuk dalam zona hijau. “Kita perlu senantiasa menjaga program-program untuk meningkatkan gizi masyarakat kita terutama anak-anak supaya menjadi sehat dan cerdas,” ungkapnya.

Farid memandang pengukuhannya sebagai Bapak Asuh Anak Stunting dan Bapak Genre sebagai dorongan untuk semakin mempercepat penurunan stunting dan memperhatikan kesejahteraan remaja dan generasi muda. “Hal ini perlu untuk memastikan anak dan remaja kita menjadi generasi berkualitas untuk pembangunan dan kesejahateraan Kabupaten Lahat,” ungkap Farid.

Upaya penurunan stunting di Kabupaten Lahat juga menghadapi tantangan, antara lain kondisi geografis berupa perbukitan yang luas serta jumlah penduduk yang semakin padat.  “Perlu monitoring dan evaluasi menyelurh kepada seluruh komponen masyarakat agar progres penanganan stunting dapat dilakukan lebih cepat,” tegas Farid.

Presentase prevalensi stunting di Lahat di tahun 2022 masih 19 persen, atau masih di bawah target nasional sebesar 14 persen. Dengan sinergitas dan kolaborasi antar sektor, Pemerintah Kabupaten Lahat menargetkan gerakan atasi stunting dapat menekan prevalensi sampai nol persen sehingga diharapkan Lahat menjadi Kabupaten Bebas Stunting. (*)

Penulis : KompasTV-Palembang

Sumber : Kompas TV


TERBARU