> >

Kenaikan Harga Jagung Berpengaruh pada Peternak Ayam, Dikhawatirkan Harga Daging Ayam Melambung

Berita daerah | 12 Juli 2023, 12:00 WIB

PEKALONGAN, KOMPAS.TV - Kondisi kenaikan harga jagung tentu berpengaruh bagi para peternak, sebab jagung merupakan salah satu formula pakan bagi ayam-ayam mereka. Sehingga dikhawatirkan harga daging ayam potong bisa kembali melambung jika kenaikan harga jagung tidak ditekan. Salah seorang peternak pembesaran ayam potong di Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang bernama Choryana Rostanti mengatakan, sebetulnya kenaikan harga pakan ini sudah terjadi sejak 2020 lalu saat pandemi COVID-19.

 

Namun saat itu, harga ayam belum bisa mengikuti kenaikan harga pakan karena daya beli masyarakat masih rendah. Sehingga baru kali ini harga daging ayam merangkak naik karena kondisi ekonomi masyarakat kembali membaik setelah dihantam pandemi COVID-19.

 

Disebutkan, harga ayam potong dari kandang hanya sedikit mengalami kenaikan yakni menjadi Rp22.000 per kilogram. Namun karena sudah melalui sejumlah tahap distribusi atau beberapa pedagang, sehingga harganya menjadi tinggi.

 

Menurutnya, kenaikan harga jagung atau pakan tidak begitu masalah asal diimbangi dengan harga jual yang baik pula, sehingga kualitas ayam potong juga bisa terjaga dengan baik. Sebab para peternak tidak perlu mengurangi kualitas pakan jika harga jual ayam potong juga baik.

 

Dia berharap berbagai stakeholder terkait bisa bertemu untuk bisa memberikan patokan harga pasti dan pas, sehingga tidak merugikan perusahaan mitra peternak, peternak itu sendiri dan juga tidak memberatkan masyarakat.

 

Saat normal, dia bisa mengisi kandangnya 20 hingga 30 ribu ekor ayam potong. Namun karena terdampak pandemi COVID-19 lalu, saat ini rata-rata dia mengisi kandangnya 10 ribu ekor. Jika kondisi perekonomian dirasa sudah stabil dan normal, dia akan kembali mengisi kandangnya seperti semula.

Penulis : KompasTV-Pekalongan

Sumber : Kompas TV


TERBARU