> >

Operasi Pasar Belum Mampu Tekan Harga Minyak Goreng

Berita daerah | 7 Februari 2023, 19:25 WIB

MALANG, KOMPAS.TV - Operasi pasar minyak goreng bersubsidi yang dilakukan di Kota Malang belum mampu menekan harga di pasaran. Hingga saat ini, harga minyak goreng bersubsidi atau Minyakita masih dijual lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disarankan.

Di Pasar Madyopuro Kota Malang, setelah dilakukan operasi pasar Minyakita oleh Diskopindag beberapa waktu lalu, harga minyakita kembali naik dan pasokan pun tersendat, Selasa (07/02/2023). 

Menurut pedagang, penurunan harga saat operasi pasar minyakita hanya bertahan sementara. Setelah itu harga minyakita kembali naik.

Wike, salah satu pedagang menyebut, satu karton Minyakita yang ia dapat saat operasi pasar ludes hanya dalam waktu sehari. Selanjutnya dirinya kesusahan mendapatkan minyak goreng bersubsidi.

"Jualnya Rp 15 ribu, kalau dapatnya Rp 180 ribu ya jualnya Rp 16 ribu. Pembeli ndak mau," Kata Wike.

Hal serupa juga disampaikan oleh pedagang lain yakni Nunuk. Untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng, dirinya terpaksa membeli Minyakita di distributor lain, meski harganya lebih mahal. Dengan harga yang didapat tinggi pedagang terpaksa menjual minyakita dengan harga lebih tinggi dari HET.

"Dapat dari sales, tapi masih mahal. Kalau cari yang mahal gampang, yang murah sulit," terang Nunuk.

Sejak dua bulan lalu, harga minyak goreng bersubsidi langka di pasaran. Selain itu, harga minyakita dijual lebih tinggi dadi harga eceran tertinggi yang disarankan. 

Pedagang juga mengaku, pembeli lebih memilih minyakita karena harga yang lebih murah. Sedangkan hingga saat ini  harga minyak goreng lain masih tinggi di pasaran.

#minyakgorengsubsidi #minyakita

Penulis : KompasTV-Malang

Sumber : Kompas TV


TERBARU