> >

PT Pusri Palembang Turut Tingkatkan Produktivitas Petani Kopi Lampung Barat

Berita daerah | 25 November 2022, 14:50 WIB
Pusri laksanakan sosialisasi Sekolah Kopi: Petani Unggul Petani Indonesia (PUPI) Cerdas, yang diselenggarakan di Wisata Edukasi Sekolah Kopi, Kecamatan Way Tenong Kab. Lampung Barat Provinsi Lampung. (Sumber: Humas PT Pusri Palembang)

PALEMBANG, KOMPAS.TV - Sebagai perusahaan pupuk pertama di Indonesia dengan visi menjadi perusahaan agroindustri unggul di Asia, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan produk unggul bagi petani. Salah satu produk unggulan Pusri yaitu NPK Kopi.

Guna meningkatkan produktivitas kopi salah satunya di Provinsi Lampung, Pusri laksanakan sosialisasi Sekolah Kopi: Petani Unggul Petani Indonesia (PUPI) Cerdas, yang diselenggarakan di Wisata Edukasi Sekolah Kopi, Kecamatan Way Tenong Kab. Lampung Barat Provinsi Lampung (22/11/2022).

Hadir pada acara ini VP Komunikasi Pemasaran & Branding PI, Junianto Simare Mare, Asisten II Bupat Lampung Barat, Wasisno Sembiring, Staf Senior Marketing Support Pusri, Benny Farlo, unsur muspika dan muspida setempat serta petani kopi di Lampung Barat.

Disampaikan Junianto bahwa tujuan kegiatan ini untuk mendukung petani dan penggiat kopi yang ada di Lampung Barat serta memberikan edukasi dalam meningkatkan produktivitas kopi.

Ikon Lampung Barat adalah kopi, dengan luas daerah saat ini yaitu ±2.167 persegi atau sekitar 200.000 hektar. “Dari total luasan tersebut, 80 ribu hektar bisa digunakan untuk menjadi lahan petani kopi. Karena sisanya sudah menjadi kawasan hutan lindung, kawasan nasional dan lain-lain”, terang Asisten II, Wasisno.

Dengan luasan daerah tersebut, mayoritas pekerjaan masyarakat setempat adalah petani kopi. Sehingga menjadi potensial yang tinggi untuk dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas kopi. Namun permasalahan di lapangan saat ini yaitu produktivitas petani yang cenderung lamban meningkat. Sehingga menyebabkan adanya peralihan jenis usaha kedepannya jika tidak dilakukan perbaikan.

“Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi & edukasi nantinya akan memberikan edukasi kepada para petani kopi. Ada 3 hal yang harus tercapai pada pertemuan ini yakni adalah peningkatan pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan perubahan perilaku”, terang Wasisno.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai uji klinis tanah, bagaimana cara pemupukan yang baik dan benar, bagaimana agar kualitas produk meningkat, serta menyediakan teknologi hingga pengetahuan terkait budidaya kopi.

“Kami juga hadir memberikan mobil uji klinis tanah secara gratis, yang tersebar di kurang lebih 30 Provinsi di Indonesia. Jadi bagi siapapun yang ingin mengetahui status layanannya seperti apa, berapa rekomendasi pemupukan untuk tanaman, itu semua bisa dilakukan di mobil uji klinis”, jelas Junianto.

Sehingga nantinya pendapatan yang diperoleh dari para petani kopi bisa menjadi optimal dan bisa lebih mensejahterakan.

Penulis : KompasTV-Palembang

Sumber : Kompas TV Palembang


TERBARU