> >

Polisi Selidiki Motif Jabatan Kasus Pembunuhan ASN Semarang

Berita daerah | 4 November 2022, 11:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Dua bulan berlalu, kasus pembunuhan disertai mutilasi ASN Bapenda Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetyo masih misterius. Tim penyidik yang selama ini mengaitkan kematian korban dengan motif korupsi, karena korban akan dipanggil sebagai saksi atas dugaan korupsi alih lahan Pemerintah Kota Semarang Tahun 2010, akhirnya tidak terbukti.

Hasil pemeriksaan Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah menyebut, kegiatan alih lahan Pemerintah Kota Semarang, tidak ditemukan unsur korupsi anggaran Rp 3,5 Miliar sertifikasi lahan, seiring anggaran kembali ke kas daerah.

Hal ini juga dikuatkan dengan hasil pemeriksaan sembilan orang saksi baik dari internal Pemerintah Kota Semarang dan pihak luar, termasuk dokumen audit Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK yang melaporkan laporan keuangan Pemerintah Kota Semarang Tahun 2010 tergolong wajar tanpa pengecualian.

"Terkait dengan almarhum Iwan Boedi, memang ada laporan dari suatu LSM dan sudah kami tindak lanjuti. Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang, kita mintai keterangan, kemudian dari hasil keterangan didukung dengan dokumen yang kami dapatkan, sementara ini tidak kami temukan unsur pidana," jelas Kombes Pol Dwi Subagio.

Seiring tidak adanya motif korupsi yang diduga melatarbelakangi pembunuhan Iwan Boedi ini, penyidik Polrestabes Semarang akhirnya mengubah arah penyidikan ke dugaan motif lain, yaitu tentang perpindahan jabatan dan hubungan pribadi korban.

"Sejauh ini kami masih mendalami semua dugaan motif yang mungkin terjadi. Baik dari motif korupsi maupun motif-motif lain yang kami temukan disertai bukti-bukti yang ada. Jadi motif-motif apapun masih sangat besar peluangnya, salah satu motif yang ditemukan terkait pekerjaan dan hubungan pribadi," jelas AKBP Donny Sardo Lumbantoruan.

Untuk mengungkap kasus ini, tim penyidik sudah memeriksa 30 saksi, yang terbaru seorang paranormal atau dukun, warga Kabupaten Demak, yang sempat dihubungi oleh dua oknum TNI, Kapten AG dan Peltu AR, anggota Pomdam IV Diponegoro. Dalam keterkaitan pemanggilan itu, antara dukun dengan anggota Pomdam, ada pesan singkat untuk melancarkan promosi jabatan sebagai Kabid II Pajak Bapenda Kota Semarang, yang diincar NR, istri Kapten AG. Namun, belakangan jabatan tersebut ternyata diberikan kepada Iwan Boedi Prasetyo.

Seperti diketahui, Paulus Iwan Boedi Prasetiyo, ASN Bapenda Semarang, dilaporkan hilang sejak 24 Agustus 2022. Dua pekan kemudian, tepatnya pada 8 September 2022, jenazah Iwan Boedi ditemukan di kawasan Pantai Marina Semarang, dalam kondisi hangus terbakar bersama sepeda motornya.

#iwanboedi #asn #pembunuhan

Penulis : KompasTV-Jateng

Sumber : Kompas TV


TERBARU