> >

Rencana Kenaikan Harga BBM Dikeluhkan Warga

Berita daerah | 2 September 2022, 12:59 WIB

KOMPAS.TV, LAMPUNG - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Subsidi jenis Pertalite dan Pertamax mendapat banyak penolakan dari warga.

Warga menilai, kenaikan harga bbm akan memberatkan ekonomi keluarga ditengah kondisi pendapatan yang masih sama.

Hal ini diungkap oleh Asir seorang sopir barang yang sedang mengantre Bbm Solar di Spbu, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak.

“Buat kita harga BBM naik itu mungkin meresahkan laah, kalau naik terus pendapatan belum tentu besar, harapanya harga bbm normal aja” ujarnya

Hal serupa diungkap pula oleh yohana yang tengah mengantre bbm jenis olar di Spbu, ia mengaku berharap harga Bbm masih bisa terus normal tanpa ada kenaikan.

“yaa pasti keberatan laah, alasanya yaa pendapatan gak naik tapi bahan bakar naik terus,” ujar Yohana.

Diketahuai pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM, lantaran disebabkan dengan Konsumsi BBM jenis pertalite dan solar yang meningkat ditengah naiknya harga minyak mentah dunia, yang membuat Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) cukup terbebani hingga lebih dari 500 triliun.

#hargabbm #bbmnaik #pertamina

 

 

Penulis : Kompastv-Lampung

Sumber : Kompas TV


TERBARU