> >

Inspiratif, Penyandang Disabilitas Ajarkan Budidaya

Berita daerah | 24 Agustus 2022, 16:34 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Berawal dari rasa peduli lingkungan, Yuktiasih Proborini mengaku prihatin saat melihat sampah organik dan sisa-sisa makanan yang terbuang. Untuk mengurangi problem sampah ini muncul idenya untuk membudidayakan magot. Magot yang ia ternak adalah berjenis Black Soldier Fly atau BSF. 

Dengan dibantu temannya bernama Heri yang bekerja sebagai sopir taksi online, merekapun lantas memulai budi daya ini. Heri bertugas mengambil sisa-sisa makanan dan sampah organik dari berbagai tempat untuk dibawa ke peternakan magot.

Proborini yang didiagnosa memiliki penyakit motor neuron disease ini terlihat tetap semangat meskipun kini usianya telah menginjak 52 tahun. Namun ia mengaku terkendala dalam pengumpulan sampah yaitu karena tidak memiliki mobil box untuk mengangkutnya.

"Kesulitan saya itu, transportasi. saya gak punya kendaraan" Ujar Yuktiasih.

Banyak manfaat yang bisa didapat dari budi daya magot. Selain dapat mengurai sampah dengan cepat, magot ini nantinya dapat dijual menjadi pakan ternak yang memiliki protein tinggi. Budi daya magot bukan satu-satunya kerja sosial Proborini, karena ia juga merupakan founder Yayasan Cornelia De Lange Syndrome (CDLS) Indonesia yang sudah berjalan selama 8 tahun. Di yayasan ini ia aktif melakukan edukasi tentang kesehatan terutama mengenai CDLS. 

Proborini terus bergerak dan membangun jejaring sosial. Ia memiliki prinsip yang dipegang teguh yaitu selama masih hidup maka hidupnya harus bermanfaat.

#BudidayaMagot #Disabilitas #PeduliLingkungan 

Penulis : KompasTV-Jateng

Sumber : Kompas TV


TERBARU