> >

Cegah Stunting, UNICEF Dan Jenewa Kampanye PMBA

Berita daerah | 22 Agustus 2022, 14:34 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Kampanye  digelar untuk mengoptimalisasi pemberian makan bayi dan anak dengan menyiapkan makanan yang murah dan sehat dari rumah.
Kampanye pemberian makan bayi merupakan gerakan untuk mencegah peningkatan stunting bagi anak-anak indonesia. Gerakan ini dilakukan sejak anak dalam kandungan hingga mendapatkan makanan pendamping asi. Kampanye ini di inisisasi oleh yayasan jenewa madani indonesia bekerjasama dengan unicef dan pemerintah provinsi sulawesi selatan kampanye di mulai dengan sosialisasi pentingnya pmba dan menjadi penting melihat angka stunting di indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya.
Kepala divisi gizi unicef indonesia jee hyun rah menjelaskan kekhawatiran unicef tentang gizi anak indonesia utamanya pemberian asi dan pbma. Hingga tahun 2022  unicef mencatat sekitar  50 persen anak indonesia terkena stunting karena tidak mendapat gizi yang cukup sejak lahir.
"1 Dari 3 anak di Indonesia menderita stunting itu karena pemberian makanan pendamping ASI tidak cukup baik. Kita juga tau 6 bulan pertama Penting bagi anak mendapatkan ASI tapi sekarang 1 dari 2 anak tidak mendapatkab ASi atau hanya 50 % Bayi yang mendapatkan ASI ekslusif 6 bulan artinya yang kedua anak seharusnya mendapatkan ASI lanjutan hingga usia 2 tahun tapi hampir 50 % anak di Indonesia  tidak mendapatkan ASI Lanjutan dan saat anak mendapatkan makanan pendamping ASI kualitas MPA Asi tidak begitu baik, kebanyakan anak tidak mendapatkan protein yang cukup hewani seperti ikan daging dan lainnya"ungkap Jee Hyun Rah, Kepala Divisi Gizi Unicef Indonesia
kampanye di lanjutkan dengan penandatanganan dan deklarasi bersama kampanye pbma optimal untuk generasi sulsel sehat berkualtas. Sementara materi diberikan oleh ketua pkk sulsel naoemi octaviani secara virtual melalui zoom. Kegiatan ini juga digelar demo masak makanan sehat dengan menggunakan bahan makanan yang murah dan muda diperoleh di sekitar kita.


#jenewa
#unicef
#stunting

Penulis : KompasTV-Makassar

Sumber : Kompas TV Makassar


TERBARU