> >

PPNI Kalsel Diharapkan Dapat Meningkatkan Advokasi Kepada Para Perawat

Berita daerah | 18 Mei 2022, 21:59 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Persatuan Perawat Nasional Indonesia, PPNI, menyebut belasan kasus kekerasan fisik kepada perawat telah terjadi selama pandemi covid-19 berlangsung di sejumlah daerah.

Selain itu stigma juga membuat sejumlah perawat bahkan diusir dari lingkungan nya.

Baca Juga: Cegah Wabah PMK, Balai Karantina Pertanian Banjarmasin Setop Sementara Suplai Sapi dari Jawa Timur

Hal ini diungkap Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadillah saat menghadiri muswil VIII PPNI Kalsel di Banjarmasin beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut menjadi sebagian alasan perlunya peningkatan advokasi kepada perawat yang harus dilakukan PPNI di tingkat daerah.

”Dengan komunikasi yang kita bangun, hari ini proses penguatan, pada akhirnya kepentingan bersama dalam rangka meningkatkan advokasi perawat akan bisa diraih,” ungkap Plt Ketua DPW PPNI Kalsel, Oman Faturrahman.

Untuk itu melalui muswil dengan penetapan kepengurusan, PPNI Kalsel harus lebih fokus dalam melayani para anggotanya yaitu para perawat yang saat ini mengemban tugas penting dalam menghadapi bermacam ancaman gangguan kesehatan.

 “Kita harapkan perubahan paradigma dalam kepengurusan ini lebih dapat melayani anggotanya lebih baik lagi, yang kedua kemampuan meningkat dalam melakukan advokasi kepada anggota,” ucap Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadillah.

Baca Juga: Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Ketua DPRD Banjar, Polisi Telah Minta Keterangan Dua Orang ASN

Tidak hanya pembelaan, juga memastikan hak perawat seperti masih banyaknya yang berstatus honorer sehingga PPNI perlu mengawal kebijakan pemerintah daerah agar sesuai mengingat 2023 nanti tidak ada lagi tenaga honorer.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU