> >

Selain Langka Kunyit Hitam, Bernilai Tinggi

Berita daerah | 12 Januari 2022, 19:05 WIB

 

TASIKMALAYA, KOMPAS.TV - Tanaman kunyit atau kunir hitam merupakan tanaman yang sangat langka dan kaya manfaat serta berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit karena itu tamanan obat tradisional asal india ini sangat bernilai ekonomi tinggi saat ini harga di pasaran berkisar antara rp 3 juta rupiah per-kilogram

Yayan Sopian Ansori warga Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya berhasil membudidayakan kunyit hitam hanya memanfaatkan polybag dengan luasan lahan yang terbatas, kini dirinya berhasil meraup keuntungan ratusan juta rupiah setiap bulan

Awalnya keponakan yayan sembuh berkat rajin menkonsumsi kunyit hitam padahal harus menghadapi kemoterapi

Dari situlah yayan bersama Kelompok Pemuda Tani Desa Kamulyan mulai mengembangkn budidaya tanaman langka dari india tersebut di area pekarangan rumah

Berkat kreativitasnyakini yayan sudah memiliki 273 pohon bibit kunyit hitam yang ditanam pada polybagselama pandemi covid 19yayan mampu menjual bibit tanaman kunyit hitam rp 275 ribu per dua batang pohon melalui pasar oniline dan media sosial dengan meraup keuntungan ratusan juta rupiah setiap bulannya

Kunyit hitam merupakan salah satu kelompok tanaman zingiberaceaeyang memiliki nama latin curcuma caesiaselain di percaya menyembuhkan penyakit kanker, kunyit hitam dapat menyembuhkan peradangan usus besar menghilangkan penyakit paru-paru dan berbagai penyakit kronis lainnya

Saat ini di sekitar pekarangan rumahnya sudah ada sekitar 273 polybag yang sudah siap panendalam satu polybag dapat menghasilkan 2 sampai 3 kilogram kunyit

Untuk perawatanyayan mengaku tidak menggunakan pestisidatapi lebih memilih bahan-bahan alamiuntuk menjaga kualitas

Untuk lebih tahu berita terupdate seputarJawa Barat, bisa klik link di bawah .

IG:https://www.instagram.com/kompastvjabar/

Youtube:https://www.youtube.com/c/kompastvjaw...

Twitter:https://www.twitter.com/kompastv_jabar/

Facebook:https://www.Facebook.com/kompastvjabar/

 

 

Penulis : KompasTV-Bandung

Sumber : Kompas TV


TERBARU