> >

Banjir Berkepanjangan di Kalimantan Barat, Apa Penyebabnya?

Update | 14 November 2021, 14:25 WIB

KALIMANTAN BARAT, KOMPAS.TV - Sudah hampir satu bulan, banjir tak juga surut di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar).

Perubahan iklim dan kerusakan alam menjadi sejumlah pemicu terjadinya banjir.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalbar, Prof. Gusti Hardiansyah meminta hal tersebut jadi perhatian serius semua pihak.

Gusti, yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, menyatakan banjir yang melanda Kalbar disebabkan perubahan iklim dan cuaca, tepatnya akibat fenomena la nina.

Selain itu, pendangkalan daerah aliran Sungai Kapuas juga jadi faktor keparahan banjir.

Ia menambahkan, pendangkalan DAS terjadi karena pengelolaan hutan yang tak ramah lingkungan, seperti penanaman sawit hingga ratusan hektare.

Dari analisisnya, konstruksi kebun sawit ini mengganggu resapan air.

Baca Juga: Surut 30 Sentimeter, Satgas Banjir Sintang: Fokus pada Pemulihan dan Distribusi Bantuan

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) RI, dari 14 juta hektare, 1,5 juta hektare lahan di Kalbar kritis; ini karena tak adanya aktivitas penghijauan.

Ia meminta, perlu ada evaluasi menyeluruh; disertai dengan penegakan dan penegasan hukum pada pihak-pihak yang terbukti melanggar.

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU