> >

Problematika Mahasiswa Kuliah Online, Lebih Sulit Paham Materi Hingga Harus Keluar Biaya Tambahan

Berita daerah | 4 Oktober 2021, 19:51 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Hampir dua tahun pelaksanaan kuliah dan belajar online membuat para mahasiswa  harus menyesuaikan diri dengan  sistem kuliah daring yang memiliki  beragam tantangan.

Mereka pun harus fokus menangkap pesan non-verbal dari lawan bicara.

Baca Juga: Bangunan Sekolah Rusak Karena Lapuk, Sejumlah Ruangan Berubah Jadi Gudang

Namun belajar dengan sistem canggih ini masih menjadi kendala dan menjadi kesulitan bagi sejumlah mahasiswa.

Sehingga  dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di kampus menjadi harapan para mahasiswa di Banjarmasin.

Satu diantaranya, Meysilia Anggraini, mahasiswa asal Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan selatan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politik tersebut menilai kuliah online menjadikan efektivitas belajar menjadi tidak maksimal.

Hal tersebut karena mahasiswa butuh penyampaian dan pengerjaan tugas secara verbal dan tidak semua materi online bisa dipahami dan dikerjakan secara virtual.

“Pembelajaran offline itu lebih maksimal, lebih aktif, kita lebih dapat ‘feel’ dalam belajar,” ungkap Meysilia.

Kondisi ini pun dialami Hanani Nur Rahmi, mahasiswi asal provinsi tetangga, Kalimantan Tengah.

Mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan itu mengaku keterbatasannya berinteraksi secara online  menyulitkan  dalam menyerap pembelajaran.

“Beberapa orang lebih mudah menyerap ilmu kalau offline, kalau secara online itu distraksinya lebih besar daripada tatap muka,” kata Hanani.

Baca Juga: Vaksinasi Pelajar Kurang Peminat, Sebagian Orangtua Tak Izinkan Anaknya Divaksin

Tak hanya soal sistem pembelajaran, kuliah online diakui berdampak pada ekonomi para mahasiswa yang harus terus mengeluarkan uang untuk kuliah daring.

Seperti membeli kuota yang banyak agar perkuliahan berjalan lancar.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU