> >

Kapoda Metro Jaya Sebut Penyekatan Mudik Kurangi 50 Persen Arus Keluar-Masuk Jakarta

Berita daerah | 14 Mei 2021, 14:06 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran meninjau salah satu pos penyekatan Mudik di pintu Tol Cikarang Barat, Sabtu malam (8/5/2021). (Sumber: TMC Polda Metro Jaya)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran mengklaim penyekatan mudik 2021 efektif mengurangi arus keluar-masuk DKI Jakarta.

Menurut Fadil,  meski ada sekitar satu juta orang sudah mudik sebelum pemberlakuan pelarangan mudik, 6-17 Mei 2021, tapi penyekatan mampu tekan arus keluar-masuk DKI hingga 50 persen.

“Jumlah kendaraan yang keluar-masuk di gerbang Tol Cikupa dan Cikarang Barat itu sekitar 700 ribu. Kemudian data penumpang melalui kereta api dan udara sekitar 300 ribu,” kata Fadil melalui keterangan tertulis, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya: Sekitar 1,2 Juta Warga DKI Sudah Mudik Keluar dari Jakarta

Data keluar-masuk Jakarta tersebut, kata Fadil,  menjadi dasar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda DKI Jakarta menggelar rapat untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 pasca libur Lebaran di Balai Kota DKI pada hari ini, Jumat (14/5/2021).

Satu juta orang yang melakukan perjalan keluar dan masuk Jabodetabek sebelum larangan mudik diberlakukan, kata Fadil, menggunakan beragam moda transportasi.

Selain menggunakan kendaraan roda empat, masyarakat juga menggunakan kereta api dan pesawat. Walau lebih banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Baca Juga: Bersiap Antisipasi Arus Balik, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya Gelar Rapat Koordinasi

Melansir dari ntmcpolri, para pemudik sepeda motor itu diperkirakan melintas dari wilayah Kedungwaringin menuju ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Ada sekitar 100-200 ribu masyarakat yang tetap nekat untuk pulang kampung,” kata Fadil.

Penulis : Hedi Basri Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU