> >

Umbi Porang Asal Balangan Tembus Pasar Internasional, 5 Bulan Ditarget Ekspor 100 Ton ke Jepang

Berita daerah | 13 April 2021, 06:54 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.TV - Tanaman Umbi Porang asal Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan berhasil melenggang ke pasar internasional.

Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pelepasan ekspor perdana komoditas porang di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas Satu Banjarmasin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, bersama Bupati Balangan, Abdul Hadi.

Komoditas asal sub sektor tanaman pangan tersebut diekspor ke negara Jepang dalam bentuk chips oleh PT Buana Alam Lestari dengan nilai ekonomi sebesar Rp. 560.000.0000 (lima ratus enam puluh juta rupiah).

Produk tersebut akan diberangkatkan melaluiPelabuhan  Trisakti, Banjarmasin dengan moda transportasi laut menuju Pelabuhan Ishigaki Jepang.

Baca Juga: Pasang 405 Alat Tapping Box, Upaya Bakeuda Banjarmasin Dongkrak Pendapatan Daerah

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, menyebut tanaman porang menjadi satu pendorong kuat bagi upaya pemulihan ekonomi Kalsel.

Khususnya Kabupaten Balangan, mengingat 100 ton harus dipenuhi dalam waktu lima bulan untuk di ekspor ke Jepang.

"Kita berharap ini bisa dikembangkan nanti dinas TPA buat kajian rencana teknis pengembangan porang kedepan, berharap ini jadi salah satu prioritas untuk Kalimantan Selatan," ucap Roy.

Sementara, Bupati Balangan, Abdul Hadi, memastikan akan mendorong petani pemula untuk menanam tanaman ubi porang.

Yaitu dengan menyediakan bibit gratis sekaligus memberikan edukasi cara penanaman agar berkelanjutan.

"Di dinas pertanian mungkin kita akan menyediakan bibit gratis untuk petani pemula, juga edukasi bagaimana bertanya porang yang baik bagi petani pemula lainnya," ucap Abdul Hadi.

Baca Juga: BNN Kalsel dan HSU Tangkap Tiga Pengedar Narkotika Jenis Sabu

Pemerintah Provinsi Kalsel dan Kabupaten Balangan menyakini potensi porang cukup besar apalagi budidayanya diklaim cukup mudah.

Mengingat tanaman ini bebas hama dan diharapkan menjadi salah satu prioritas ke depan kalsel.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU