> >

Toko Bahan Bangunan Naikan Harga Saat Bencana NTT, Gubernur: Tak Ada Prihatinnya

Peristiwa | 7 April 2021, 18:05 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memegang buah lontar. Gubernur NTT memilih berhadapan dengan virus corona daripada masyarakat mati kelaparan. (Sumber: Dokumen Humas NTT)

KUPANG, KOMPAS.TV - Sejumlah toko bahan bangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga menaikan harga jualan saat bencana melanda wilayah itu.

Hal tersebut diakui Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat. Dia pun menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) bersama Polda NTT untuk melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah toko bahan bangunan.

"Hari ini saya instruksikan Kasat Pol PP Provinsi NTT berkoordinasi bersama Polda NTT untuk melakukan sidak mulai Rabu (7/4/2021) terhadap toko penyedia bahan bangunan agar tidak menaikan bahan bangunan pasca bencana di NTT," kata Viktor saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Malaka setelah bencana siklon seroja, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Jokowi Beri Rp 500 Ribu Per Keluarga Tiap Bulan untuk Korban Terdampak Bencana di NTT

Menurut Viktor, instruksi tersebut sebagai respons dan antisipasi atas temuan di lapangan dan keluhan masyarakat atas kenaikan harga bahan bangunan.

"Para pedagang bahan bangunan sungguh tidak turut merasa berduka dan prihatin terhadap peristiwa yang dialami rakyat NTT. Untuk itu saya perintahkan agar harga segera diturunkan," tegas Viktor.

Viktor mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah, jika ada toko penyedia bahan bangunan yang menaikan harga.

Di samping dilakukan sidak, diharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah.

"Jika kami temukan, maka dipastikan tokonya ditutup dan izinnya dicabut," ujar dia.

Baca Juga: Ratusan Korban Meninggal Diterjang Badai Seroja di NTT, Komisi VIII DPR: Mitigasi Bencana Lemah

Penulis : Fadhilah Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Kompas TV


TERBARU