> >

Sang Pelindung Pegunungan Meratus, Kosim Tanam Puluhan Ribu Pohon

Berita daerah | 14 Agustus 2020, 20:28 WIB

HULU SUNGAI TENGAH, KOMPAS.TV - Menulis dan membaca puisi,

Ini lah cara kosim Pria berusia 50 tahunan ini untuk mencurahkan rasa cintanya pada seni dan kelestarian alam.

Keprihatinannya pada pemanfaatan alam yang berlebihan, membuatnya tergerak untuk berperan menjaganya.

Lahir di  Ciamis, Bandung, Jawa Barat,   Ia merantau dan pada tahun 1980 bekerja sebagai Petugas Survei Lapangan di pegunungan meratus pada sebuah perusahaan tambang.

Baca Juga: Desa Nateh!!! Eksotisme Tersembunyi di Kalimantan Selatan

Keindahan Meratus yang begitu subur dengan kaya akan Flora dan Fauna yang dimiliki, serta  mayoritas  penduduk yakni Suku Dayak yang baik dan lugu. Membuatnya tak tega jika Meratus  rusak  akibat Eksploitasi Alam yang kebablasan.

Kini  tinggal dan menjadi warga pegunungan Meratus yang berlokasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,  menjadi bagian  nafas dan kehidupan Kosim.

Kosim menetap di Kaki Pegunungan Meratus, tepatnya di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur.

Hatinya pun tertambat  dengan mempersunting gadis Suku Dayak sebagai teman hidup.

Dari hasil kerjanya  ia    membeli lahan Puluhan hektare yang semula  tandus  menjadi perkebunan.  

Baca Juga: Menikmati Ngabuburit Bersama Indahnya Alam Desa Nateh Pegunungan Meratus

Berkat usaha dan ketekunannya, kosim kini telah menanam hingga puluhan ribu bibit pohon.

Beragam pohon ia miliki, diantaranya Meranti.

Ia menanam dan merawat pepohonan yang ditanamnya bersama warga sekitar.

Sebagian bibit pohon ia jual terutama ke Perusahaan Tambang untuk program penghijauan.

Tapi ia juga bersedia memberikan cuma cuma Bibit Pohon pada masyarakat sebagai edukasi cinta lingkungan.

Baca Juga: Lamut, Seni Tutur Khas Banjar yang Terancam Punah

Di usia yang tidak muda lagi, Kosim terus  menulis puisi.

Sebanyak 102 puisi telah ia tulis, diantaranya tentang  kehidupan  dan keindahan alam Meratus, sebagai pesan terutama  untuk   Generasi  Muda, agar  selalu sadar betapa berharganya alam untuk anak cucu generasi selanjutnya.

Penulis : KompasTV-Banjarmasin

Sumber : Kompas TV


TERBARU