> >

Aksi Teror Kian Mengancam, Apa Saja Langkah Pemerintah untuk Mengatasinya?

Sapa indonesia | 2 Juni 2020, 23:00 WIB

KOMPAS.TV - Bendera setengah tiang dikibarkan di halaman Mapolsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan,  sebagai tanda duka cita atas tewasnya Brigadir Leonardo Latupapua, akibat serangan teror oleh terduga teroris Senin (02/06/2020).

Pelaku penyerangan yang berusia 19 tahun tewas ditembak setelah menyerang anggota Polsek Daha Selatan menggunakan pedang katana.

Saat ini, polisi masih terus mendalami motif pelaku penyerangan.

Polisi menyebut, terduga teroris adalah seorang Lone Wolf artinya tak tergabung dengan jaringan terorisme.

Di bulan Mei, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Polisi mengembangkan kasus ini dan menemukan puluhan senjata tajam di sebuah gudang terkunci.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto menyebut alat-alat itu digunakan untuk pelatihan semi militer.

Sebelumnya, dua terduga teroris menembak petugas polisi di salah satu pos jaga di dekat bank di Poso, Sulawesi Tengah, 15 April lalu.

Dua terduga teroris itu tewas setelah kontak tembak dengan aparat keamanan.  

Polisi menyebut, keduanya merupakan Anggota Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora.

Ancaman terorisme tidak mengenal waktu, meskipun saat ini tengah terjadi pandemi corona.  

Seluruh pihak harus tetap waspada  agar aksi terorisme bisa dicegah.

Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis, Soleman Ponto menyebutkan saat pemerintah sedang berfokus pada pandemi, hal ini dimanfaatkan oleh kelompok terorisme untuk melancarkan aksinya.

Artinya permasalahan terorisme di Indonesia saat ini belum selesai.

Direktur Aliansi Indonesia Damai, Hasibullah Satrawi bahkan menyebutkan jika penyelesaian tidak komprehensif maka urusan terorisme ini tidak akan pernah selesai. 

Simak diskusi selengkapnya dalam tayangan berikut ini. 

Penulis : Anjani-Nur-Permatasari

Sumber : Kompas TV


TERBARU