> >

Pro & Kontra Selimuti Gelaran "Formula E" Di Jakarta - AIMAN (Bag 4)

Aiman | 21 Februari 2020, 18:01 WIB

Kurang lebih 3 bulan lamanya jelang ajang balap Internasional Formula E di Indonesia, persiapan demi persiapan terus dilakukan. Ibu Kota akan disulap menjadi sirkuit jalanan ala Monte Carlo di Monako. Formula E memang di desain untuk di gelar di dalam kota utama sebuah Negara. Dalam satu musim terdapat 11 sampai 14 kali balapan yang bergantian di tiap kota utama di dunia. Di musim ini (2019-2020) ajang balap Formula E telah dilaksanakan di beberapa kota di dunia. Diawali di kota Riyadh Arab Saudi 22 & 23 November 2019 lalu. Selanjutnya dalam musim ini ajang balap Formula E berkeliling di sejumlah kota di dunia seperti Santiago Chile, Mexico City serta beberapa kota selanjutnya.

Awalnya penyelenggaraan Formula E ini tak diberikan izin oleh Sekretariat Negara Karena mempertimbangkan Monas masuk kawasan cagar budaya. Namun beberapa hari setelahnya Sekretariat Negara mengizinkan dengan beberapa syarat melalui surat. Rute yang akan digunakan untuk sirkuit balap Formula E di Monumen Nasional yakni berawal dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Barat masuk ke area silang Monas lalu berputar ke arah Timur keluar dan kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Ada pro dan juga kontra dari penyelenggaraan Formula E di Monas Jakarta ini. Seperti Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Sastroadmidjojo yang meragukan kesiapan Pemprov DKI dan penggunaan APBD DKI untuk ajang Formula E. Bagaimana Pemprov DKI Dalam mengelola APBD untuk penyelenggaraan Formula E di Jakarta? Simak selengkapnya di tayangan Aiman episode Di Balik Gaduh Balapan Ibu Kota bagian 4 berikut ini.

#Aiman #FormulaE

Penulis : Yudho-Priambodo

Sumber : Kompas TV


TERBARU