> >

Soal Natuna, Indonesia Tidak Boleh Kalah Dengan Tiongkok!

Berita kompas tv | 6 Januari 2020, 20:50 WIB

Sikap tegas disampaikan Pemerintah Indonesia menyikapi ketegangan di Perairan Natuna akibat kehadiran kapal milik Tiongkok. Presiden Joko Widodo menyatakan tidak ada tawar menawar menyangkut kedaulatan Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara. Presiden menyatakan tidak ada tawar menawar soal teritorial dan kedaulatan wilayah NKRI.

Reaksi Presiden ini menanggapi keberadaan kapal nelayan Tiongkok di Perairan Natuna melakukan penangkapan ikan secara ilegal dan mendapatkan penjagaan dari kapal pengawas perikanan Tiongkok.

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan akan mengirim nelayan dari Pantai Utara Jawa untuk mencari ikan ke perairan Natuna. Ada 120 nelayan yang akan difasilitasi Pemerintah untuk mencari ikan di Natuna. Mahfud menyatakan selain mobilisasi nelayan, patroli juga akan dilakukan untuk menjaga kedaulatan negara di Natuna.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menyatakan operasi TNI untuk pengamanan Perairan Natuna dilakukan sesuai prosedur hukum Internasional. Sisriadi menyatakan Indonesia tak ingin terprovokasi terkait dengan keberadaan kapal Tiongkok di Natuna, yang bisa merugikan Indonesia .

PLT Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto menyatakan kehadiran kapal nelayan Tiongkok yang mendapatkan pengawalan membuat nelayan asal Indonesia terganggu. Isdianto menambahkan kehadiran kapal nelayan ikan Tiongkok tak terlepas dari kekayaan ikan yang berlimpah di perairan Natuna.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan Indonesia tak boleh kalah menanggapi masuknya kapal asal Tiongkok ke Perairan Natuna. Selain telah menyerap informasi dari nelayan Natuna, Menteri KKP menyebut pada akhir Desember 2019 lalu telah menangkap tiga kapal asing.

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU