> >

Analisis : Kabinet Jilid II Perlu Paradigma Inovatif-Kreatif | Pilih-pilih Menteri Muda Jokowi (5)

Aiman | 24 Juli 2019, 22:40 WIB

Jurnalis KompasTV Aiman Witjaksono mewawancarai Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda terkait pernyataan presiden Jokowi mengenai menteri muda dan sejumlah nama yang disebut mampu duduk di kabinetnya. Adakah pesan kuat tersirat? “Ada poin penting untuk kabinet jilid kedua, yaitu perlu paradigma inovatif-kreatif, agresif, dan berani mengambil keputusan. Karakteristik ini identik dengan kaum muda.”

Selain itu, Hanta juga sepakat bahwa sejumlah kriteria dan nama-nama yang disebutkan presiden berpeluang menjadi menteri tak hanya untuk melihat reaksi masyarakat, tapi juga sinyal untuk pimpinan partai. “Banyak nama yang santer muncul, ini ‘testing the water’, melihat respon publik. Ada tiga pertimbangan presiden untuk mengangkat menteri, yakni teknokratik, politik, dan publik,” jelas Hanta Yuda.

Meski demikian, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri sempat memberi sinyal tak setuju dengan gagasan menteri muda. Ia menyatakan keahlian seharusnya lebih dipertimbangkan. “Jika melarang hanya dari segi usia, itu tidak boleh. Tapi, tidak boleh juga dipaksakan. Saya setuju dengan bu Mega, harus dilihat dari kompetensi bidangnya. Tapi, lebih penting Jokowi tidak boleh terjebak dalam dua hal : usia biologis dan titipan kepentingan parpol,” kata Hanta.

Berdasarkan analisisnya, aspek apa saja yang perlu diperhatikan jika Jokowi benar-benar akan memilih sejumlah menteri muda? Simak jawabannya dalam program AIMAN episode Pilih-Pilih Menteri Muda Jokowi bagian kelima ini.

Penulis : edika-ipelona

Sumber : Kompas TV


TERBARU