> >

GELAR PERKARA | AWAS! Dokter Gadungan

Hukum | 1 April 2024, 00:31 WIB

KOMPAS.TV - Seorang dokter gadungan yang mengaku bernama dr Ingwy Tito Banyu ditangkap polisi. Modus dokter gadungan yang bernama asli Sunaryanto ini terbongkar setelah 5 tahun membuka praktik di klinik di Cikarang Selatan, Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Gogo Galesung menyatakan kasus terbongkar pada Selasa (12/3) sore. Kasus itu terbongkar setelah pihak kepolisian memperoleh laporan adanya dokter gadungan yang membuka praktik.

"Kemudian, anggota tim opsnal (operasional) Polsek Cikarang Selatan melakukan observasi terkait adanya laporan dari masyarakat tersebut di sekitar TKP. Dengan cara menginterogasi masyarakat sekitar," kata Gogo, Rabu (20/3/2024).

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Rudi Wiransyah menyatakan pihaknya kemudian melakukan penggeledahan di klinik  dokter gadungan tersebut. Dari penggeledahan yang dilakukan itu ditemukan sejumlah barang bukti.

"Kemudian dilakukan penggeledahan di klinik, ditemukan adanya 3 buah baju dokter, 1 buah stetoskop, daftar pasien berobat dan resep periode bulan Agustus 2020 sampai Februari 2024, serta hasil Lab periode Juni 2020 hingga Januari 2024," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ingwy ditangkap pada jumat (15/3/2024) PUKUL 19.30 wib DI KLINIK Pratama Keluarga Sehat yang beralamat di Perum Taman Cikarang Indah Blok F 20 No 6 Ciantra, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Tak Ada Izin

Dalam penggeledahan  yang dilakukan tersebut, pihak  kepolisian tidak menemukan surat izin praktik (SIP) dan surat tanda registrasi (STR) dokter dari ruang praktik dr Ingwy.

"Tidak ditemukan STR dan SIP terhadap dokter tersebut," ujarnya.

Rudi menyampaikan pihak kepolisian sudah mengecek STR dan SIP pelaku ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Setelah dicek, benar pelaku merupakan dokter gadungan.

"Setelah dilakukan pengecekan ke bagian Dinas Kabupaten Bekasi tidak ditemukan STR atas nama Saudara dr Ingwy Tito Banyu dan SIP. Untuk Klinik Pratama Keluarga Sehat tidak mempunyai izin resmi dari Dinas Kesehatan melalui perizinan terpadu Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Nama Asli Sunaryanto

Polisi telah berkoordinasi dengan IDI untuk menelusuri sangkaan pencatutan nama dokter yang dipakai pelaku. Polisi memastikan dr Ingwy Tito Banyu merupakan tokoh fiktif karangan pelaku sendiri.

"Hasil penyidikan ditemukan nama asli dari pelaku bernama Sunaryanto kelahiran 23 Januari 1985 bukan Dr Ingwy Tito Banyu," ujarnya.

Kemudian, dari mana asal-usul nama dr Ingwy Tito Banyu yang dipakai pelaku?

"Dia pernah tahu ada dokter namanya dokter Banyu, diambil. Jadi Banyu nama belakang. Ingwy Tito ya memang dia ambil-ambil aja," jelas Rudi.

Klinik Tak Punya Izin

Pelaku membuka praktik di Klinik Pratama Keluarga Sehat. Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Rudy Wiransyah Setiono mengatakan, pihaknya sudah mengecek STR dan SIP pelaku ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Namun hasilnya, pelaku bukan dokter sungguhan melainkan dokter gadungan.

"Setelah melakukan pengecekan ke bagian Dinas Kabupaten Bekasi tidak ditemukan STR atas nama saudara Dr Ingwy Tito Banyu dan SIP. Untuk Klinik Pratama Keluarga Sehat tidak punya izin resmi dari Dinas Kesehatan melalui perizinan terpadu Kabupaten Bekasi," ungkap Rudi.

Polisi mengatakan Klinik Pratama Keluarga Sehat sudah berdiri selama lima tahun sejak 2019. Pelaku mengaku praktik bisnis tersebut dilakukan demi meraup keuntungan dengan cepat.

"Hasil penyidikan ditemukan fakta bahwa kegiatan klinik Pratama Keluarga Sehat  ini telah beroperasi sejak bulan September 2019 sampai sekarang. Pelaku ingin mendapatkan uang secara cepat dan memperkaya diri serta dihargai orang," jelas Rudi.

Motif Dokter Gadungan

Seorang pria bernama Ingwy Tito Banyu alias Sunaryanto ditangkap polisi setelah menjadi dokter gadungan dan membangun  klinik di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Ingwy melakukan hal tersebut untuk memperkaya diri dan meraup  keuntungan dengan cepat  juga agar lebih  dihargai oleh masyarakat.

"Motifnya pelaku ingin mendapatkan uang secara cepat dan memperkaya diri serta dihargai orang," kata Rudi.

 

Penulis : KompasTV-Sukabumi

Sumber : Kompas TV


TERBARU