> >

Siapa Urus Pencari Suaka? (1)

Berkas kompas | 2 Mei 2018, 19:00 WIB

Serba terbatas dan darurat, terlantar dan tidak punya apa – apa. Begitulah kondisi dari ratusan warga negara asing yang tinggal di sepanjang trotoar di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

Orang-orang ini memilih bertahan di depan rumah detensi imigrasi Jakarta, menunggu kepastian keberangkatan menuju negeri impian. Merekalah para pencari suaka.

Mohammad Shoheb adalah salah satu dari kaum kurang beruntung tersebut. Warga asal Pakistan ini kehilangan ayah dan saudaranya, gara-gara perang. Lantaran itulah Shoheb bersama sang ibu memilih keluar dari negara asalnya. Apa pun cara ia lakukan demi keluar dari zona perang, termasuk membayar 6.000 ribu dollar Amerika ke orang yang bisa memfasilitasi kepergiannnya.

Diduga, sejak perpres penanganan pengungsi diteken pada 31 Desember 2016, para pencari suaka terus berdatangan ke DKI Jakarta. Namun sebagian besar dari mereka sebenarnya sudah tinggal lama di beberapa wilayah. Hingga saat ini tercatat ada 1.349 pencari suaka di rudenim Kalideres.

Keberadaan para pencari suaka menimbulkan polemik. Terlebih sejak 15 Maret lalu, IOM tidak lagi memberikan bantuan bagi pengungsi baru. Kebijakan tersebut sejalan dengan penghentian donor dari pemerintah Australia.

Penulis : edika-ipelona

Sumber : Kompas TV


TERBARU