> >

Kemendikbud Ristek RI Berikan 3 Kali Kesempatan Guru Honorer untuk Jadi ASN

Sapa indonesia | 22 November 2021, 14:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bicara soal upaya pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan memiliki jiwa Pancasila, tentu saat ini terus dilakukan melalui berbagai program.

Salah satunya adalah kebijakan “Merdeka Belajar” yang digadang oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI.

Selamat masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, telah diluncurkan total 14 episode Merdeka Belajar.

Yang mana setiapnya dibuat dalam upaya mendukung transformasi pendidikan nasional.

Dimulai dari episode pertama yang mengubah Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional, hingga episode terakhir yang mengangkat soal pencegahan dan antisipasi tindakan pelecehan dan kekerasan seksual di ranah pendidikan.

Dengan situasi pandemi, tak hanya sektor ekonomi yang dihadang, tetapi juga perkembangan pendidikan.

Melalui program digitalisasi sekolah, Indonesia dapat perlahan-lahan bangkit dan kembali menjunjung tinggi kualitas edukasi, meski di masa yang serba tak pasti.

Bicara soal pendidikan juga tak melulu menyorot pada pelajar, tetapi juga guru-guru sebagai aktor pengajar.

Kesejahteraan dan kompetensi guru juga berperan kunci menjadi penggerak roda pendidikan ke arah yang lebih baik dan penuh prestasi.

Guru menjadi sasaran perubahan yang tak luput akan perhatian pemerintah, yang dieksekusi oleh Kemendikbud Ristek.

Untuk mengulas lebih dalam tentang capaian Merdeka Belajar, kini Kompas TV menghadirkan dialog eksklusif bersama Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim, yang akan menjawab berbagai isu pendidikan.

Pada bagian ini, dialog akan membahas soal peningkatan kesejahteraan guru honorer, hingga upaya meningkatkan kualitas pendidikan di tengah pandemi. Saksikan pada video di atas!

Ada pula lanjutan dialog yang berbicara soal kekerasan seksual di perguruan tinggi. Bagian video dialog Nadiem Makarim yang lainnya dapat Anda saksikan di YouTube Channel Kompas TV.

Penulis : Edwin-Zhan

Sumber : Kompas TV


TERBARU