> >

Tiga Pekan Banjir Rendam Sintang, Pemberian Izin Pembukaan Hutan Berlebihan?

Wawancara | 16 November 2021, 23:55 WIB

KOMPAS.TV - Diketahui 88 ribu warga terdampak banjir di 12 kecamatan di Sintang, Kalimantan Barat.

Dengan menggunakan helicopter hari ini (16/11) Wakapolda Kalimantan Barat memantau langsung melalui udara kondisi banjir di Sintang, Kalimantan Barat.

Tampak dari visual udara rumah warga, sejumlah ruas jalan, dan juga gedung masih terendam banjir.

Ketinggian banjir di Sintang, Kalimantan Barat belum ada tanda tanda surut. Di sejumlah wilayah di Sintang banjir merendam dengan ketinggian hingga 1 meter.

Bahkan sejumlah bantuan dari pihak swasta dan pemerintah serta Polri harus diberikan dengan menggunakan perahu dan juga truk besar.

Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Helmi Basalamah mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan banjir terjadi seperti, curah hujan, model sungai, alami lokasinya.

Baca Juga: Banjir Terjang Tiga Kabupaten di Pegunungan Meratus, Bantuan Logistik Diperkuat

Helmi juga menyebut bahwa data laju deforestasi menurun.

Sementara itu, Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Indonesia Kiki Taufik menyampaikan, pemerintah harus mengevaluasi izin, jika izin-izin lahan tersebut menyebabkan bencana.

Kiki memaparkan, ada 3,1 juta hektar beroprasi ilegal di kawasan hutan, dan itulah yang menyebabkan banjir.

Menurut Kiki rehabilitasi hutan dan lahan penting dilakukan secara masif, tapi jauh lebih penting dari pada penanaman adalah menghentikan deforestasi.

Penulis : Natasha-Ancely

Sumber : Kompas TV


TERBARU