> >

Polisi Selidiki Dugaan Kartel Kremasi Jenazah

Berita utama | 21 Juli 2021, 20:23 WIB

KOMPAS.TV - Diduga ada kartel, tarif kremasi jenazah pasien covid di DKI Jakarta melonjak tinggi hingga 80 juta rupiah.

Krematorium Cilincing pun kini menampung kremasi jenazah pasien covid-19.

Kecaman disampaikan Ketua Pembina Yayasan Krematorium Cilincing Yusuf Hamka karena ada oknum yang memainkan harga kremasi.

Kini, Krematorium Cilincing menerima jenazah covid-19 dengan proses kremasi pada malam hari.

Untuk warga tidak mampu bisa menunjukkan surat keterangan yang diperoleh dari kelurahan.

Nantinya biaya akan dibebankan kepada Wihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat. 

Sementara itu polisi mulai melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan kartel kremasi jenazah covid-19 di rumah duka yang sempat viral di media sosial.

Polisi akan melakukan pemeriksaan termasuk mempelajari tulisan dan foto kwitansi biaya kremasi dengan total 80 juta rupiah.  

Selain itu penyidik juga meminta agar pihak keluarga korban segera membuat laporan.

Jangan lewatkan streaming Kompas TV live 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live agar kamu semua tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Subscribe juga channel YouTube Kompas TV dan aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru langsung.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV


TERBARU