> >

Kubu AHY Minta Kubu Moeldoko Tak Pakai Atribut Partai Demokrat, Kalau Masih Nekat Ini Konsekuensinya

Politik | 7 April 2021, 13:59 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut, Moeldoko memberikan pidato perdana di arena Kongres Luar Biasa (KLB) di The Hill Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/3/2021) malam. (Sumber: TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yuduhoyono (AHY)  meminta semua kader  kubu Moeldoko tidak lagi menggunakan atribut Partai Demokrat. Sebab, kubu Kongres Luar Biasas (KLB) Deli Serdang itu dianggap tidak berhak memakai nama  dan atribut Partai Demokrat.

“Kalau mereka masih terus menggunakan atribut atau membawa-bawa nama Partai Demokrat, urusannya nanti dengan tim hukum kami,’ kata Kepala Badan Komunikasi Srategis Partai Demokrat kubu AHY, Herzaky Mahendra Putra, Rabu (7/4/2021).

Dia menegaskan kubu Moeldoko hanya mengaku-ngaku sebagai Partai Demokrat.  Karena itu, kata Herzaky,  seharusnya  kubu Deli Serdang berhenti membuat gaduh di hadapan publik.

“Mereka jelas-jelas bukan pengurus dan tidak membawa-bawa nama DPP Partai Demokrat,” tuturnya.

Baca Juga: Digugat Kubu Moeldoko, Partai Demokrat Kubu AHY Tak Gentar

Dengan terus menggunakan atribut Partai Demokrat, menurut Herzaky, kubu Moeldoko sedang melakukan Pansos (panjat sosial) .  “Kami tahu, tanpa pakai atribut Demokrat, tanpa bawa-bawa nama Partai Demokrat, media massa, publik, tidak ada yang peduli dengan mereka,” ujarnya

Menurutnya,  daripada  membuang waktu mengklaim sebagai Partai Demokrat, kubu Meoldoko seharusnya menggunakan tenaga mereka untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana dan pandemi yang sedang berlangsung.  

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatasnamakan Ketua DPP Partai Demokrat menyatakan Partai Demokrat siap bahu-membahu bersama pemerintah dalam membantu korban bencana alam di NTT dan NTB.  Dia menyampaikan dukacitanya atas musibah tersebut.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah strategis yang sudah diambil pemerintah dan mendorong agar tempat penampungan sementara sudah dapat difungsikan maksimal dalam waktu secepatnya,” papar Moeldoko.

Penulis : Vidi Batlolone Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU