> >

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar Dukung Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Peristiwa | 25 Februari 2021, 16:10 WIB
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (sumber: PKB)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mendukung segera disahkan Rancangan Undang-undang Masyarakat Adat. Sebab masyarakat adat selama ini memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.

“Masyarakat adat mempunyai kontribusi yang nyata, kita harus meyakinkan semua pihak bahwa kontribusi masyarakat adat ini signifikan, baik dalam pembangunan ekonomi nasional, maupun dalam merawat kebhinekaan,” kata Muhaimin, yang kini sering disapa Gus Ami, saat menghadiri Webinar Urgensi UU Masyarakat Adat, Kamis (25/2/2021).

Namun, saat ini masih banyak masyarakat adat yang kehilangan wilayahnya karena masuk dalam wilayah konsesi seperti perkebunan dan pertambangan. Akibatnya, hak-hak masyarakat hukum adat masih terancam dan belum mendapat perlindungan yang memadai.

Baca Juga: Kasus Suap Proyek PUPR, KPK Panggil Ketum PKB, Muhaimin Iskandar


Padahal, kontribusi masyarakat adat sebagai penopang ekonomi Indonesia sangat besar. Mereka mampu menyaingi komoditas perkebunan koorporasi. Bahkan, segala risiko secara langsung dirasakan oleh masyarakat adat, hak mereka menjadi terus terpinggirkan oleh upaya yang justru mengatasnamakan pembangunan dan permberdayaan.


“Teori ini yang harus terus kita perjuangkan untuk meyakinkan terus bahwa produktivitas nilai ekonomi masyarakat adat mampu bersaing dengan komoditas perkebunan koorporasi, " tambah Ketua Umum PKB ini.

Musibah longsor serta banjir besar yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia saat ini, katanya, tak lepas dari mengabaikan hak-hak masyarakat adat yang kaya dengan kearifan lokal.

Sementara strategi pembangunan yang sekarang dijalankan, justeru  mengeksploitasi sumber daya alam (SDA), tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar Mangkir Dipanggil KPK


“Saya berulang kali menyampaikan kepada bapak Presiden, bencana ini bukan semata-mata luapan air dan fenomena alam, tapi juga karena kerusakan dan ekspolitasi yang berlebihan,” ujarnya.

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU